Dewan Sidak Proyek Alun-alun Hidayah

Rabu, 9 Oktober 2019 | 10:48 am | 34 Views

BENGKULU SATU – Proyek Alun-Alun (Berendo) Hidayah Kota Bengkulu di Masjid At Taqwa disarankan distop, lantaran proses pekerjaannya dinilai lamban. Hal ini disampaikan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Bengkulu, Rizal, saat ikut mendampingi sidak DPRD Kota Bengkulu, Rabu, 9 Oktober 2019.

“Dari segi legal formal, kami menyarankan yang terbaik. Kalau tidak memungkinkan terkejar dan akhirnya bikin rugi Pemda, kenapa diperpanjang,” kata Rizal.

Rizal sendiri sempat memberikan teguran langsung ke Dinas PUPR Kota Bengkulu, terkait temuan proses pengecoran menggunakan ember.

“Saya waktu itu langsung beri teguran langsung ke Dinas PU. Pengerjaan lamban kalau manual, kita butuh kecepatan,” ungkapnya.

Dewan Sidak Proyek Alun-alun Hidayah

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto yang memimpin langsung jalannya sidak pun mengaku kecewa melihat progres pekerjaan di sisa waktu yang tinggal beberapa bulan saja ini.

“Kita kecewa karena progress pengerjaannya ini minus 10 persen. Harusnya jangan sampai minus, harus plus 5 persen,” kata Suprianto.

Menanggapi saran jaksa dan kritikan dewan, Plt Kadis PUPR Kota Bengkulu Beni Irawan belum akan memutus kontrak kontraktor. Karena pihak kontraktor berjanji akan menambah jumlah tenaga kerja dan melengkapi material.

“Tadi mereka janji akan menambah jumlah tenaga kerja dan melengkapi material. Jadi masih tetap akan dilanjutkan,” ujar Beni. (Adv)

Dewan Sidak Proyek Alun-alun Hidayah
Dewan Sidak Proyek Alun-alun Hidayah

Related Post

Leave a Reply