Gelar Sidak, Dewan Tawarkan Solusi

Kamis, 7 November 2019 | 7:05 pm | 31 Views

BENGKULU SATU – DPRD Kota Bengkulu menggelar sidak ke beberapa OPD, seperti Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pariwisata dan Balai Adat, Kamis, 7 November 2019. Dalam sidak yang langsung dipimpin Ketua Suprianto itu, DPRD menawarkan solusi.

Sebagaimana yang ia sampaikan di damkar, di mana DPRD akan memperjuangkan penambahan armada pemadam kebakaran, berupa satu unit mobil blangwir pada 2020 nanti.

“Kita memastikan anggaran yang akan dibuat di tahun 2020 mendatang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh organisasi perangkat daerah dan masyarakat ke depannya,” kata Suprianto.

“Jadi tugas kawan-kawan di banggar (Badan Anggaran) nanti bagaimana memperjuangkan anggaran untuk armada damkar. Meskipun belum memenuhi seluruh kekurangan yang ada, tapi paling tidak dari sisi armada ada penambahan,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Suprianto juga memuji 174 personel damkar yang solid dan terlatih. Untuk itu ia berharap tidak ada anggota tim yang sudah solid ini dirumahkan atau diputus kontrak kerjanya. Sebab dalam kondisi apapun damkar selalu tampil prima, cepat dan sigap.

“Jadi saya sampaikan dengan pak kadis tahun ini jangan lagi ada yang dirumahkan, jangan ada lagi istilah yang diputus kontraknya. Selama ini, kejadian apapun damkar selalu tampil, jadi harapan kami damkar selalu menjadi yang terbaik,” ujarnya

Lebih lanjut disampaikan Suprianto, keberadaan damkar sangat vital di Kota Bengkulu. Karenanya hasil sidak kali ini akan segera dikoordinasikan dengan Walikota Bengkulu.

Gelar Sidak, Dewan Tawarkan Solusi

Di sisi lain, melihat kondisi Balai Adat Kota Bengkulu yang tak terawat, Anggota DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto menawarkan solusi alternatif yang akan disampaikan ke Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satunya adalah menjadikan balai adat tersebut sebagai Kantor Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.

Apalagi saat ini Dinas Pariwisata belum memiliki kantor sendiri, karena masih pinjam pakai gedung milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Tak hanya itu, balai adat juga akan dijadikan pusat kuliner dan tempat-tempat penyelenggaraan acara atau event-event lainnya.

“Balai adat ini layak dijadikan kantor dinas pariwisata, akan kita usulkan ke walikota, jika sepakat kita rehab. Tidak hanya menjadi kantor pariwisata, misal lantai bawahnya kita jadikan pusat kuliner, kemudian kita jadikan juga tempat-tempat mengadakan acara-acara lainnya nanti,” kata Bambang.

“Pada prinsipnya bagaimana menjadikan balai adat ini betul-betul termanfaatkan, tidak hanya sebagai kantor dinas pariwisata, tapi juga memanfaatkannya agar menghasilkan PAD,” tandas Bambang. (ias/Adv)

Gelar Sidak, Dewan Tawarkan Solusi
Gelar Sidak, Dewan Tawarkan Solusi

Related Post

Leave a Reply