Kasus Korupsi Air Cendam Lebong, Akankah Juga Berjemaah?

Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:21 am | 1108 Views

BENGKULU SATU – Kasus korupsi proyek irigasi di Kabupaten Lebong kembali terulang, sebelumnya pernah terjadi kasus korupsi proyek Peningkatan Daerah Irigasi Air Pauh Hulu di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Lebong, dalam APBD Lebong Tahun  Anggaran (TA) 2015 dengan nilai kegiatan sebesar Rp 2,1 Miliar. Dimana kasus tersebut telah menjerat sejumlah oknum kontraktor dan ASN yang terlibat.

Seakan tak berkaca dari hal tersebut, kini di instansi tersebut kembali terjadi kasus serupa bahkan dengan nilai kontrak yang lebih besar yakni Rp 2,9 Miliar. Itu adalah kasus dugaan korupsi Peningkatan Jaringan Irigasi Air Cendam Bawah Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti yang dikerjakan oleh PT Valse Citra Mandiri pada tahun anggaran 2018 lalu.

Baca juga : Kejati Bengkulu Sidik Kasus Korupsi Irigasi Air Cendam Lebong

Dari hasil penyelidikan, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu pun telah meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan, dan kemungkinan dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka, dan tidak menutup kemungkinan tersangka akan banyak alias berjemaah.

“Karena kalau kita lihat kasus korupsi rata-rata hampir begitu (Berjamaah) bahwa ada kepentingan si A, dan kalau si A sudah kita jadikan tersangka dia akan berbicara kemana alirannya dan tidak mungkin itu dikerjakan sendiri,” kata Kejati Bengkulu, Amandra Syah Arwan melalui Aspidsus Kejati Bengkulu, Henri Nainggolan, SH. MH, Rabu (28/8/2019).

Kejati pun juga telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Dan telah turyn langsung ke lokasi irigasi tersebut dan menemukan adanya perbutan-perbuatan curang serta indikasi korupsi atau penyelewengan dari proyek tersebut. Pasalnya, ketika dilihat secara kasat mata jalur pembuangannya dari irigasi tidak jelas, dan membuat banjir di bagian ujung irigasi.

Untuk mengetahui estimasi kerugian negara Kejati akan berkordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu untuk melakukan audit. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply