Perkara Irigasi Air Cendam Lebong, Kejati Telah Periksa 18 Saksi

Rabu, 18 September 2019 | 8:02 am | 814 Views

BENGKULU SATU – Penyidikan Kasus dugaan korupsi Peningkatan Jaringan Irigasi Air Cendam Bawah di Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong terus berlanjut. Sejauh ini pihak Kejati telah memeriksa belasan saksi, baik dari pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong, Pelaksana Kegiatan, hingga konsultan.

Namun pihak Kejati Bengkulu masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui estimasi yang dialami negara.

“Sejauh ini penyidik sudah memeriksa 18 saksi dan kita sudah mengirimkan surat kepada BPKP untuk melakukan audit mengetahui kerugian negaranya,” kata Kajati Bengkulu Amandra Syah Arwan, melalui Kasi Penkum, Marthin Luther saat diwawancarai di Kantor Kejati Bengkulu, Rabu (18/9/2019).

Terkait perkara tersebut, Marthin menegaskan pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap perkara dan saksi-saksi masih akan terus dilakukan agar kasus ini terang benderang.

Diduga pengerjaan  proyek peningkatan jaringan irigasi Air Cendam Bawah Desa Suka Bumi Kecamatan Lebong Sakti tersebut  dikerjakan oleh PT Valse Citra Mandiri dan merupakan paket pekerjaan Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas PUPRP-Hub Kabupaten Lebong yang murni menggunakan anggaran APBD Lebong tahun 2018 sebesar  2,9 miliar rupiah.

Dalam proyek tersebut Kejati menemukan perbutan-perbuatan curang serta indikasi korupsi karena menurut Kejati secara kasap mata jalur pembuangan dari irigasi tidak jelas, dan membuat banjir di bagian ujung irigasi. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply