Terkait Zakat Profesi ASN, Pemkot Bengkulu, Baznas dan Bank Bengkulu Kerja Sama

Selasa, 21 Mei 2019 | 3:04 pm | 123 Views

BENGKULU SATU – Gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu akan dipotong secara otomatis setiap bulannya sebesar 2,5 persen. Pemotongan yang diperuntukkan untuk zakat profesi akan dimulai bulan depan.

Walikota Bengkulu Helmi Hasan berharap agar seluruh ASN bisa mendukung kebijakan ini. Karena pemotongan ini tidak melanggar regulasi apapun.

“Ini sudah diatur dalam Undang-Undanh dengan dasar Sila Ketuhanan Yang Maha Esa yakni diakuinya 5 agama di negara kita. Islam salah satunya, agama islam ini punya kewajiban untuk setiap orangnya yaitu zakat,” jelas Helmi Hasan usai melakukan penandatangan kerjasama dengan Baznas Kota Bengkulu dan Bank Bengkulu, Selasa (21/5/2019).

Menurut Helmi, Baznas sendiri adalah badan yang diberi lisensi dan resmi serta dilahirkan negara untuk memungut dan menyalurkan zakat.

“Jadi kalau ada ASN yang tolak pemotongan zakat maka dipertanyakan keislamannya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan nantinya zakat tersebut akan disalurkan oleh Baznas ke semua aspek masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Contohnya Baznas kerap bantu warga yang sakit untuk berobat.

“Bahkan untuk kebutuhan pokok seperti sembako masyarakat miskin dan yang lainnya Basnaz pun hadir terdepan, maka dari itu ayo kita dukung dana tepat sasaran. Mari kita kawal Baznas,” kata Helmi.

Sementara itu, Direktur Bank Bengkulu Agusalim mengatakan kerjasama ini merupakan hal positif untuk melakukan ukhuwah islaminya. Karena zakat itu wajib dan harus tersalurkan dengan tepat.

“Ikhlas tidak ikhlas itu bukan menjadi masalah lagi maka dari itu 2,5% dipungut. Sehingga Baznas dapat mengarahkan ke pihak yang butuh dan sesuai peruntukannya,” ucapnya.

Ia menambahkan kebijakan ini akan dimulai bulan depan sesuai isi perjanjian yang sudah ditandatangani.

“Untuk Pemerintah Kota terdengar baru, kalau di Bank Bengkulu sendiri karyawan sudah lama melaksanakan peraturan ini, dan tidak ada protes. Memang tujuannya agar mereka sadar akan zakat,” tutupnya.

Lebih lanjut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu menjelaskan sangat pentingnya membayar zakat. Hal ini disampaikan langsung Ketua Baznas Kota Bengkulu, Habib Abdulrahman Alkaf.

“Zakat itu termasuk dalam Rukun Islam, bayar zakat itu adalah perintah Allah SWT. Dalam setiap penghasilan kita diwajibkan membayar zakat 2,5 persen,” ucap Habib Abdulrahman Alkaf.

Habib menambahkan dalam penghasilan seseorang dititipkan Allah didalamnya hak dari orang miskin dan 8 orang asnab lainnya.

“Jika penghasilan kita seandainya 5 juta perbulannya, didalamnya ada 2,5 persen hak dari orang orang yang berhak menerima zakat. Itu haruskan kita keluarkan dalam bayar zakat ke Amil Amil Zakat yang telah ditunjuk penguasa dalam hal ini Walikota Bengkulu. Jangan kita makan uang yang sudah dititipkan Allah 2,5 persen tersebut, niscaya jika kita tidak keluarkan hidup kita akan susah dengan selalu merasa kekurangan,” ungkapnya.

Pembayaran zakat ini, sambung habib tertuang dalam undang undang Republik Indonesia dan tercantum dalam ayat kitab suci Al Qur’an.

“Tentang pengelolaan zakat sudah jelas landasan hukumnya Undang Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2011 tentang pengolahan zakat dan diperkuat dengan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di Kementrian Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD melalui Badan Amil Zakat Nasional,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut Habib, perintah bayar zakat tertuang dalam kitab suci Al Quran Surat At Taubah Ayat 60 dan Ayat 103.

Surat At Taubah Ayat 103, Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat At Taubah Ayat 60, Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Adv)

Terkait Zakat Profesi ASN, Pemkot Bengkulu, Baznas dan Bank Bengkulu Kerja Sama

Related Post

Leave a Reply