7 Fakta…!!! Dibalik Kasus Bapak Setubuhi Dua Anak Kandung

Jumat, 12 Juli 2019 | 8:28 am | 2485 Views

BENGKULU SATU, Curup – Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan pelaku inisial SS (60) terhadap dua anak kandungnya sebut saja mawar (20) bukan nama sebenarnya dan melati (17) nama samaran.

Berikut ini, Bengkulusatu.co.id sampaikan mengenai fakta-fakta dibalik tindak asusila yang terjadi, berdasarkan pengakuan pelaku saat diwawancarai secara eksklusif oleh Bengkulsatu.co.id.

1. Mawar Alami Pelecehan Sejak Sekolah Dasar (SD)

Berdasarkan keterangan pelaku, korban sudah dilecehkan oleh pelaku sejak SD, dengan cara menyentuh kemaluan korban demi membangkitkan gairah untuk berhubungan intim dengan sang istri.

2. Baju Tidur Tipis Pembangkit Nafsu

Gairah terpendam sejak tiga tahun menduda, akhirnya bangkit kembali setelah pelaku melihat Mawar tidur menggunakan pakaian yang tipis, hingga nafsunya menggila.

3. Pemaksaan Hingga Pengancaman

Pelaku tak segan-segan mengancam dan memaksa korbannya untuk berhubungan intim. Pelaku bahkan mengancam akan bunuh diri, sehingga tidak lagi memberikan biaya hidup dan pendidikan korban serta adik-adiknya, apabila korban tak mau melayaninya.

4. Hubungan Intim 1x/minggu

Hubungan layaknya suami istri dilakukan pelaku sebanyak satu kali setiap minggunya, atau sedikitnya tiga kali dalam satu bulan. Lazimnya dilakukan pada malam hari, sejak tahun 2016 hingga 2019.

5. Melati Jadi Pengganti Mawar

Mawar yang lebih dulu menjadi korban nafsu bejat sang ayah, belakangan mulai disibukkan dengan aktifitas diluar. Sejak saat itu, Melati dipaksa melayani pelaku, saat Mawar tak ada dirumah. Hal itu pula terjadi satu kali dalam seminggu sejak 2016-2019.

6. Durasi 3 Menit

Pelaku beberkan, bahwa dalam berhubungan intim dengan sang anak tak membutuhkan waktu yang lama. Berkisar 3 menit pelaku sudah mencapai klimaks.

7. 2 Kali Menikah Miliki 11 Anak

Pelaku diketahui telah 2 kali membangun biduk rumah tangga. Pada pernikahan pertamanya dikaruniai 5 orang putra. Dan terpaksa berpisah lantaran pelaku masih suka ‘jajan’ diluar. Di pernikahan kedua, pelaku dikaruniai 6 orang anak, yakni 4 orang putra dan 2 orang putri yang menjadi korban kebejatannya. Mawar merupakan anak ke-3 dari istri kedua, sedangkan Melati merupakan anak ke-4 dari istri yang kedua.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat 1, dan 2, dengan ancaman 15 tahun penjara ditambah sepertiga masa hukuman.

“Dengan terungkapnya kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar tidak melakukan hal serupa. Begitupun dengan korban-korban yang turut mengalami hal serupa, jangan takut untuk melaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkap Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong Akp Andi Kadesma melalui Kanit PPA Aiptu Deasy Oktavianty, saat dijumpai diruang kerjanya, Jum’at (12/07/2019).

Deasy juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak agar dapat lebih menjaga sikap dan prilaku serta berpenampilan lah dengan sopan, agar tidak mengundang perlakuan atau pelecehan seksual. “Hindari berduaan dengan lawan jenis, jangan menonton tontonan yang dapat mengundang hasrat seksual, dan terpenting adalah menjaga iman kita,” pesannya. [BN1]

Related Post

Leave a Reply