Kadis Dikbud RL: Praktik Jual Beli Buku di Sekolah Itu Dilarang!

Senin, 12 Agustus 2019 | 10:55 am | 533 Views

BENGKULU SATU, Curup – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, telah berulang kali memberikan pengertian, arahan, serta himbauan keras kepada pihak sekolah, baik untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), maupun untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mengenai larangan praktik penjualan buku yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Drs. Noprianto, MM. mengatakan, sekolah dilarang melakukan jual beli buku, karena itu akan menjadi beban dan membebankan para wali murid.

“Sekolah tidak boleh melakukan itu, mau itu melalui koperasi sekolah ataupun guru yang terlibat langsung dalam praktik jual beli buku. Sudah banyak aturan yang melarang, termasuk Permendikbud juga melarang,” tegas Noprianto, Senin (12/08/2019).

Mengenai ketersediaan bahan ajar, Noprianto juga menjelaskan, bahwa kebutuhan sarana belajar mengajar yakni buku teks bagi siswa SD/SMP telah dialokasikan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disetiap tahunnya.

“Dari dana BOS itu sendirikan sudah ada alokasinya untuk pengadaan buku teks siswa, sudah sesuai standar dan tidak melebihi HET nya. Kalau diperjualbelikan disekolah, artinya belum tentu memenuhi standar, dan jelas melebihi HET. Lalu, bagaimana kegunaan buku yang telah disediakan melalui alokasi dana BOS itu,” ujarnya.

Mengenai informasi praktik jual beli buku disekolah yang menjadi beban para wali murid, sejauh ini sudah sampai ketelinga Kadis Dikbud Rejang Lebong. Menurutnya, bisa jadi murid di sekolah-sekolah elit kekurangan buku penunjang pelajaran. Dan para wali murid dapat membeli buku diluar, tanpa melalui pihak sekolah.

“Mengenai informasi yang ada, kami bersama Bidang-bidang, akan segera turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengecekkan. Sejauh mana penggunaan dan kegunaan buku teks siswa yang ada disekolah-sekolah, apakah sudah ‘benar’,” tandasnya.

Noprianto juga menghimbau, kepada para wali murid untuk aktif menginformasikan, mengenai sekolah mana saja yang melakukan praktik jual beli disekolah. “Harapan kita, para wali murid juga dapat melaporkan kepada kita (Dinas Pendidikan), mengenai sekolah mana saja yang memperjualbelikan buku,” himbaunya. [BN1]

 

Related Post

Leave a Reply