Krisis Air Bersih, Warga Gugat Developer PT.GMK

Senin, 23 September 2019 | 7:38 am | 385 Views

BENGKULU SATU, Curup – Ketersediaan sarana air bersih bagi kehidupan sehari-hari sangat penting dalam menunjang kehidupan masyarakat. Namun, hal ini tidak terjadi bagi masyarakat yang tinggal di komplek perumahan BTN subsidi Grand Sasaku Permai (PT. Griya Maha Karya) di Dusun 4 Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan.

Pasalnya, warga yang menjadi penghuni komplek perumahan tersebut, sejak 7 bulan terakhir mengalami krisis air bersih. Padahal, sejak awal akad kredit perumahan, warga telah dijanjikan oleh pihak pengembang perumahan terkait ketersediaan fasilitas air bersih serta fasilitas umum lainnya, yang menjadi kewajiban pihak developer untuk disiapkan.

Menindak lanjuti permasalahan tersebut, warga telah melayangkan surat tuntutan ke pihak PT. Griya Maha Karya, yang pula ditembuskan ke PT. Bank Tabungan Negara (BTN) selaku lembaga pembiayaan, termasuk juga Dinas PUPR Rejang Lebong bersama sejumlah pihak-pihak terkait lainnya.

“Sebelum akad kredit sudah disepakati, jika fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa jaringan air bersih dan sarana tempat ibadah menjadi kewajiban pihak PT.GMK sebagai pengembang untuk dipenuhi. Namun, faktanya sudah 7 bulan pasca akad kredit, kami malah mengalami krisis air bersih karena sarana air bersih tidak juga dibangun,” tegas Asmadi, yang merupakan salah satu warga penghuni komplek perumahan Grand Sasaku Permai, Senin (23/09/2019).

Atas kondisi tersebut, warga sepakat untuk melayangkan tuntutan kepada pihak developer, dengan 2 poin tuntutan yaitu, meminta pihak developer untuk segera menuntaskan pembangunan sarana air bersih ataupun alternatif lain sebagai sumber air bersih warga. Poin kedua yaitu, meminta kepada pihak developer untuk segera membangun fasilitas umum seperti tempat ibadah, TPU, dan taman bermain anak sesuai kesepakatan awal sebelum akad kredit.

“Jika dalam waktu dekat, surat tuntutan warga tidak juga diindahkan oleh pihak developer. Maka, warga akan mengambil langkah tegas untuk melaporkan kondisi tersebut ke Yayasan Perlindungan Konsumen, serta ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI (BPKN RI). Sebab, kami selaku konsumen disini merasa sudah tertipu,” ujar Asmadi.

Sementara itu, pantauan dilokasi terlihat sejumlah alat sarana air bersih tidak berfungsi sebagaimana mestinya, dan terkesan hanya sebagai formalitas saja sebagai penarik minat konsumen. [BN1]

 

Related Post

Leave a Reply