Parkir HUT Curup Tanpa Karcis Retribusi

Sabtu, 22 Juni 2019 | 8:15 am | 261 Views

BENGKULU SATU, Rejang Lebong – Sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran terus menjadi perhatian banyak pihak, khususnya bagi masyarakat yang ikut merasakan pelayanan parkir pada event HUT Kota Curup ke-139.

Juru parkir yang bertugas dilapangan, seyogyanya dibekali dengan Surat Perintah Tugas (SPT) sebagai Juru Parkir (jukir), dan berhak menarik retribusi parkir dari penggunaan jasa parkir. Tentunya, para jukir dilapangan diwajibkan memberi karcis atau semacamnya kepada pengguna kendaraan yang menggunakan jasa parkir.

Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2011 tentang retribusi parkir, dan secara terperinci tertuang pada BAB IX tentang tata cara pemungutan dalam Pasal 11 point 1 dan 2, yang mewajibkan kepada juru parkir untuk memberikan karcis retribusi parkir, kupon, kartu langganan atau semacamnya. 

Foto parkiran HUT Kota Curup

 

Belakangan diketahui, di kawasan pameran HUT Kota Curup di sekitar Lapangan Dwi Tunggal Kecamatan Curup, para jukir tidak memberikan karcis retribusi parkir sesuai perda yang berlaku, sehingga masuk dalam kategori Pungutan Liar ‘Pungli’.

“Setiap kali kami parkir disana, kami tidak pernah diberi karcis parkir.Padahal, sesuai himbauan dari Pemerintah Daerah Rejang Lebong, karcis retribusi parkir itu wajib diberikan kepada pengguna jasa parkir. Jika tidak, Warga berhak menolak untuk membayar parkir, sebab jukir yang melakukan pungutan tanpa karcis itu sama saja dengan jukir liar,” ujar Yanto (39), Warga Sekowati Curup yang berkunjung di lokasi, Sabtu (22/6).

Hal senada juga diungkapkan oleh Yadi (26), warga Kelurahan Air Putih Lama Kecamatan Curup, saat ditemui di lokasi perayaan HUT Kota Curup, dengan tidak diberikannya karcis retribusi parkir oleh juru parkir tersebut membuat dirinya sedikit merasa khawatir saat memarkirkan kendaraan dilokasi parkir tersebut, lantaran pertanggung jawaban terhadap kendaraan miliknya selama parkir dilokasi tersebut menjadi tidak jelas.

“Saat parkir, kami tidak diberi karcis oleh juru parkir. Andai kata kalau helm saya atau motor saya hilang saat diparkirkan dilokasi itu, nanti siapa yang mau bertanggung jawab pak. Saya mau menuntutnya kemana, karena saya tidak diberi karcis retribusi parkir yang notabenenya memiliki payung hukum jelas sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban para juru parkir terhadap kendaraan yang diparkir.  Nah, kalau cuma minta uang parkir tetapi pertanggungjawabanya tidak jelas, ya sama saja pungli itu pak, ” tandas Yadi.

Disisi lain, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Rejang Lebong, Safrizal S. Sos saat dikonfirmasi Bengkulusatu.co.id di ruang kerjanya, Sabtu (22/6) mengatakan, dilokasi perayaan HUT Kota Curup tersebut dirinya telah menerbitkan sebanyak 4 SPT juru parkir untuk mengelola perolehan PAD dari parkir dilokasi tersebut.

“Target setoran PAD dari parkir kendaraan di lokasi itu Rp1,5 juta pak. Ada empat SPT yang saya terbitkan. Itu diluar lokasi parkir yang ada didepan kantor Polres Rejang Lebong. Kalau yang didepan Kantor Polres itu dikelola oleh orang Polres itu sendiri Pak,” ujar Safrizal. [BN1]

Related Post

Leave a Reply