Pasar Daging Rejang Lebong Terancam Batal Dibangun Tahun Ini

Senin, 23 September 2019 | 12:49 pm | 394 Views

BENGKULU SATU, Curup – Angan-angan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong untuk memiliki bangunan pusat perbelanjaan daging modern di tahun 2019 terancam batal dibangun.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dinas terkait, mengingat waktu yang sudah mendekati akhir tahun, tentunya tak lagi memungkinkan untuk melaksanakan pembangunan pasar daging di lokasi Kelurahan Pelabuhan Baru Kecamatan Curup tersebut, yang menggunakan dana APBN tahun 2019 Tugas Perbantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI senilai Rp.4 miliar.

“Hal- hal yang menjadi pertimbangan yaitu masalah waktu pengerjaan kurang dari 100 hari. Belum lagi proses lelang, belum lagi proses sosialisasi, andalalin, dan relokasi yang tentunya akan semakin memotong waktu pengerjaan pembangunan pasar daging,” papar Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan, Benny Irawan beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Rejang Lebong, Benny Irawan

Ditambahkan Benny, saat dikonfirmasi dari pihak Kementerian pada bulan Februari lalu, alokasi anggaran senilai Rp.4 miliar tersebut sudah mendapatkan kepastian. Namun, dari nilai anggaran tersebut hanya diperuntukkan pembangunan fisik bangunan saja. Sehingga, dalam pembangunan pasar daging ini membutuhkan dana pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

“Mengingat, pada saat itu terkonfirmasi pada bulan Februari, sementara APBD tahun 2019 kita sudah berjalan dan disahkan. Sehingga tidak bisa lagi untuk mengusulkan dana pendampingan di APBD murni tahun 2019. Dan terpaksa, dana pendampingan dimasukkan dalam usulan di APBD perubahan tahun 2019 sekitar Rp.300 juta. Sementara untuk DIPA anggarannya baru turun minggu depan,” tegasnya.

Dilanjutkan Kadis, sejauh ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah langkah persiapan pembangunan pasar daging tersebut. Bahkan, kegiatan persiapan ini telah melibatkan TP4D Rejang Lebong serta para pedagang daging.

“Kegiatan sosialisasi kepada para pedagang daging serta masyarakat sekitar lokasi pembangunan sudah kami laksanakan untuk memberikan pengertian dan pemahaman, agar saat pelaksanaan pembangunan berlangsung tidak lagi timbul suatu permasalahan. Kita juga telah berkordinasi dengan tim TP4D, mengenai kemungkinan pengerjaan atau pembatalan pembangunan pasar daging tersebut,” ujar Kadis.

Benny juga menjelaskan, bilamana pembangunan pasar daging ini batal dilaksanakan pada tahun 2019. Pihaknya akan berupaya untuk kembali mengusulkan pembangunan pasar daging di tahun 2020 mendatang, ke Kementerian terkait.

“Dengan keterbatasan waktu, memang tidak memungkinkan lagi untuk dibangun tahun ini. Namun, kita akan mengupayakan untuk kembali mengusulkan ditahun berikutnya. Sedangkan dana pendamping yang sudah dianggarakan di APBD perubahan tahun 2019, dapat kita manfaatkan untuk andalalin, dan penyusunan DED. Sehingga ditahun depan, pembangunan pasar daging bisa langsung terealisasi,” pungkasnya. [BN1]

 

Related Post

Leave a Reply