Terkendala Biaya, Putra Bengkulu Terancam Gagal Wakili Indonesia di Kanca Internasional

Senin, 29 Juli 2019 | 2:40 pm | 415 Views

BENGKULU SATU – Ternyata tak mudah bagi pemuda di negara Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu untuk bisa membawa nama negaranya bersaing dalam kanca internasional. Terlebih lagi masih kurangnya perhatian pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.

Seperti halnya baru-baru ini, masyarakat Provinsi Bengkulu sedang hangat membicarakan pencapaian putri sang Gubernur Bengkulu, Zamlarini bersama 5 rekan timnya, Michelle Nabila, Hang Nude, Mahaputri, Dienati dan Fathul berhasil mengalahkan peserta lainnya dari 30 negara, dalam karya inovasi bidang Biologi. Dan tentunya prestasi ini amat sangat membanggakan masyarakat indonesia khususnya Provinsi Bengkulu dan biaya akomodasi menuju Korea Selatan tentunya juga tidaklah murah.

Baca juga : Tim Putri Gubernur Bengkulu Juarai Olimpiade Internasional di Korea Selatan

Namun hal berbeda dialami Ary Andika Pratama, salah seorang siswa SMAN 1 Rejang Lebong yang berhasil lolos sebagai delegasi mewakili Indonesia dalam ajang Asia World Model United Nations (AWMUN) III, yang yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, Indonesia dari tanggal 13 hingga 16 November 2019 mendatang. Hingga saat ini, Ary masih bingung harus kemana mencari biaya akomodasi untuknya mewakili negara dan daerahnya di kanca internasional tersebut.

Diceritakan Ary, dirinya telah berusaha menemui pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong untuk meminta dukungan dan bantuan biaya akomodasi untuknya mengikuti ajang tersebut. Dinas-dinas tersebut pun sangat mengapresisi atas capaiannya tersebut. Namun, hasilnya nihil dengan alasan anggaran tidak ada.

“Mereka (Dinas, red) sangat mengapresiasi atas pencapaian ini, apalagi mewakili indonesia di salah satu kegiatan internasional. Saya juga sudah sampaikan untuk meminta bantuan serta dukungan, karena saya tidak dapat berdiri sendiri. Tetapi sayangnya, kata mereka untuk anggaran dana itu sudah ditetapkan saat rapat paripurna DPRD pada tahun lalu untuk APBD tahun 2019 ini. Alhasil, saya tidak bisa untuk mendapatkan bantuan karena memang anggarannya tidak ada,” kata Ary kepada bengkulusatu.co.id, Sabtu, 27 Juli 2018.

Lanjut Ary, Kadispora dan Kadis Pariwisata Rejang Lebong pernah mengatakan padanya akan membantu namun dirinya belum konfirmasi ulang terkait hal tersebut lantaran dirinya mesti sekolah mengingat dirinya telah kelas XII SMA. Tak sampai di situ, Ary pun telah berupaya ke Dispora Provinsi Bengkulu namun kadis sedang tidak ada ditempat, sedangkan untuk ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, dimana dinas ini yang menaungi SMA/SMK saat ini, Ary mengaku dirinya belum sempat lantaran terkendala jarak, waktu, dan tak ingin mendapatkan jawaban yang sama yakni tidak ada anggaran.

Dalam hal akomodasi ini, secara total Ary membutuhkan biaya sebesar sekitar 14.533.000 rupiah, biaya ini sudah termasuk tiket perjalanan dan biaya lainnya ke Nusa Dua, Bali. Namun, dalam waktu dekat ini sebelum tanggal 15 Agustus 2019, dirinya harus menyetorkan biaya akomodasi sebesar 5.840.000 atau 400 US Dollar ke Panitia AWMUN III tersebut.

“Akan tetapi dari kadispora dan kadis pariwisata (Rejang Lebong, red) mereka sudah bilang ke saya, kalau akan membantu, tetapi tidak akan sebesar jumlah uang yang saya butuhkan. Saat ini saya belum konfirmasi ulang ke dispora, karena saya juga sibuk dengan sekolah, sudah fokus UN dan SBMPTN, dan kemaren pak kadispora juga sibuk dengan perjalanan dinasnya,” tuturnya.

“Dan untuk kadis pariwisata, saya sudah konfirmasi. Dan katanya akan siap membantu ketika keberangkatan sudah dekat waktunya. Sedangkan kebutuhan saya akan dana akomodasi paling lambat harus di bayar pada tanggal 15 agustus 2019 ini,” tambah Ary.

Dengan kendala biaya ini, Ary pun terancam gagal sebagai delegasi mewakili Indonesia di kanca internasional AWMUN III tersebut. Padahal dirinya sangat ingin dapat mengharumkan nama Indonesia, khususnya Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong di kancah Internasional dengan saling bertukar pikiran dan berdiplomasi mengenai masalah dan isu-isu hangat di dunia. Meski demikian, kedepannya Ary mengharapkan pemerintah untuk dapat menganggarkan dana khusus untuk pemuda, agar tak terjadi seperti apa yang dialaminya saat ini.

“Kalau harapan saya tidak banyak, kalau untuk bantuan terhadap saya, ya mungkin susah memang karena memang memang tidak ada anggarannya. Tapi kalau untuk seterusnya, harapan saya ya pemerintah dapat menganggarkan dana khusus untuk pemuda-pemuda. Kalau, untuk kita sebagai rakyat ya, kita tidak bisa untuk selalu mendapatkan apa yang kita inginkan dari pemerintah. Tapi di sisi lain kepedulian pemerintah terhadap rakyat ya juga dibutuhkan,” harapnya.

Untuk diketahui, AWMUN III adalah edisi ketiga dari AWMUN yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya. Memasuki edisi ketiganya, seluruh delegasi dari seluruh penjuru dunia akan berdiplomasi dan membahas isu-isu terhangat yang harus mendapatkan perhatian dari generasi muda dunia.

Dengan mengusung tema ‘The Implementation of World’s Agenda 2030,’ AWMUN III, salah satu kegiatan bergengsi yang akan mengasosiasikan 2400 pemuda dari seluruh dunia. Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi para pemimpin muda dari berbagai negara untuk bertukar pikiran mengenai permasalah dunia dan menciptakan suatu penyelesaian untuk melanjutkan Sustainable Goal Developments (SDGs) atau Pembangunan Berkelanjutan yang tertuang dalam Agenda Dunia 2030.

Dan, Ary Andika Pratama merupakan salah satu peserta termuda dari 2400 peserta yang lolos melalui tahap seleksi yang ketat dari 30321 pendaftar dengan tingkat usia 17-25 tahun. Terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk kegiatan ini merupakan pencapaian terbesar dalam baginya.

Sebelumnya Ary juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan sering berpartisipasi dalam beberapa kompetisi. Diantaranya ialah organisasi Forum Anak Kabupaten Rejang Lebong yang terfokus kepada permasalahan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Selain itu ia juga aktif di NGO Green Generation Rejang Lebong yang bergerak dalam bidang lingkungan dan pelestarian dunia.

Baru-baru ini pun Ary ikut dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Provinsi Bengkulu dan mendapatkan juara ke dua. Sebelumnya, dalam lomba Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) mewakili kabupaten Rejang Lebong untuk tingkat Provinsi Bengkulu dan meraih predikat Juara ketiga. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply