RSUD LEBONG

Bengkulu EMAS, Indahnya Hentakan DOL Semakin Mendunia

Bengkulu EMAS Indahnya Hentakan DOL Semakin Mendunia 1

BENGKULU SATU – Kerasnya hentakan tabuhan dol semakin mendunia di HUT Provinsi Bengkulu ke-50, Bengkulu Emas. Pada rangkaian acara peringatan Bengkulu Emas, Senin 19 November 2018, di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, sebanyak 300 penabuh alat musik dol dari empat negara, Korea Selatan, Bulgaria, Rusia dan Bangladesh semakin mempertegas eksistensi salah satu kekayaan etnik Indonesia tersebut, tak hanya di mata nasional, tapi juga internasional.

“Kita harus bangga bahwa alat musik dol telah mendunia, di setiap kegiatan nasional maupun internasional alat musik dol selalu diundang,” kata Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Atraksi dol mempersembahkan kolaborasi performance yang estetis. Dol yang merupakan alat musik khas Bengkulu ini tampil bersama tim kesenian dari empat negara.

“Ketika alat kesenian dari Bengkulu berkolaborasi dengan alat kesenian mancanegara sangat luar biasa indahnya,” ucap Rohidin bangga.

Bengkulu EMAS, Indahnya Hentakan DOL Semakin Mendunia

Mengenal Dol

Alat musik dol merupakan bedug tradisional asli Provinsi Bengkulu. Dol termasuk dalam alat musik kategori membranofon, biasanya dimainkan oleh pria dan dibuat dengan menggunakan bonggol dari pohon kelapa. Dalam pembuatannya, bonggol pohon kelapa tersebut dilubangi tengahnya dan ditutupi dengan kulit lembu atau kulit kambing sebagai selaput penghasil bunyi. Dol memiliki ukuran diameter 70–125 cm dengan tinggi 75–100 Cm.

Alat musik dol memiliki tiga macam teknik penabuhan, yaitu teknik suwena, teknik tamatam dan teknik suwari. Ketiga jenis teknik dimainkan berdasarkan situasi dan kondisi di mana dol dimainkan. Teknik suwena umumnya dimainkan dengan tempo yang perlahan, biasanya dimainkan pada suasana duka cita. Teknik tamatam dimainkan dengan suasana gembira. Pada teknik ini dol akan dipukul dengan tempo cepat dan meriah.

Teknik suwari dimainkan dengan tabuhan satu-satu dan dimainkan saat mengiringi parade. Dalam pementasan alat musik dol biasanya akan dimainkan bersama alat musik lainnya seperi tassa. Tassa adalah rebana yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan kayu rotan.

Bengkulu EMAS, Indahnya Hentakan DOL Semakin Mendunia

Eksistensi Dol

Jika dulu alat musik dol biasanya dimainkan dalam perayaan tabot di Bengkulu, juga sebagai musik pengiring dalam tari-tarian tradisional. Kini, ungkap Kadis Pariwisata Bengkulu Yudi Satria, dol sudah dikenal di beberapa negara. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan alat musik dol dalam berbagai event nasional dan internasional.

“Dalam kegiatan-kegiatan kolosal, bukan hanya tampil di dalam negeri, namun di berbagai event selalu tampil. Ini perlu kita syukuri bentuk alat kesenian Bengkulu sudah dikenal,” sebutnya.

Untuk itu, lanjut Yudi, kegiatan seperti kolaborasi performance ke depan semakin dikembangkan, dengan kualitas yang lebih baik dan kemeriahan yang lebih besar.

“Hal ini untuk mengangkat citra kesenian daerah, di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Pemprov Bengkulu Hamka Sabri, berharap ke depan alat musik dol semakin familiar di kalangan generasi milenial. Bertujuan untuk mengembangkan imajinasi dan kreatifitas seni, terutama minat untuk lebih mengenal, memahami dan menghargai seni, khususnya musik etnik. [ias/adv]

Bengkulu EMAS, Indahnya Hentakan DOL Semakin Mendunia

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News