RSUD LEBONG

Diminta Tutup, Driver Grab Bengkulu Hearing ke Komisi III

Diminta Tutup, Driver Grab Bengkulu Hearing ke Komisi III

BENGKULU SATU – Sekira pukul 13.30 WIB, rabu (15/8/2018) perwakilan dari Grab Bengkulu mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Kedatangan tersebut untuk melakukan hearing dengan Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu terkait dilayangkannya surat dari Dinas Komunikasi, Infomasi dan Statistik (Kominfotik) dengan nomor 551/1208/DKS pada Pimpinan aplikasi Grab Indonesia yang meminta Grab ditutup sementara lantaran belum memiliki izin, pada Senin (13/8/2018) kemarin.

Pada hearing tersebut, pihak Grab ditemui langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP. Mereka meminta penjelasan dalam hal peraturan beroperasi pada pihak Komisi III, perizinan perusahaan untuk beroperasi, ketentuan wilayah operasi, membatasi kouta driver Grab, serta mempertanyakan perihal surat yang dikeluarkan oleh Dinas Kominfotik yang meminta Grab tutup.

“Mereka telah dua hari ini menutup aplikasi Grab, namun mereka masih tetap beroperasi dengan tidak menggunakan atribut yang berbau Grab. Mereka juga meminta kejelasan tentang surat pernyataan dari Dinas Kominfotik yang menyatakan Grab ditutup,” kata Jonaidi, Rabu (15/8/2018).

Baca juga:  Dinas Kominfotik Minta Grab Non Aktif di Provinsi Bengkulu

Menurut Jonaidi, keberadaan Grab ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, Grab memiliki kelebihan seperti kenyamanan transportasinya, Grabfood untuk delivery, serta batas wilayah yang luas. .

“Kami sudah meminta Grab untuk mengurus perizinan, cuma mereka belum ada juga mengurus sampai saat ini. Jadi kita harus fair. Kalau perizinannya sudah diurus dan dinas perhubungan sudah mengetahui perizinannya, ya otomatis tidak ada larangan lagi,” jelasnya.

Jonaidi kembali menegaskan agar pihak Grab juga harus taat aturan terkait perizinan jika memang masih mau beroperasi.

“Kita harus mengikuti aturan yang jelas, jika memang Grab ini ingin diaktifkan lagi,” tegas Jonaidi.

Sementara itu, Ketua Salam Satu Aspal (SASPAL) Delson Blankon selaku salah satu perwakilan dari driver Grab mengatakan jika kedatangan mereka tersebut untuk menyampaikan aspirasi pada pihak DPRD Provinsi Bengkulu, serta dia pun mengakui jika saat ini Grab masih terkendala perizinan.

“Mungkin kesalahanya adalah perizinan terkait masalah kami ini, kami juga meminta pemerintah ataupun pihak Grab untuk menutup kuota supir Grab ini karena sudah ada 1900 driver Grab motor dan 300 driver Grab car di Kota Bengkulu. Kemudian, kami meminta pihak-pihak terkait untuk membagi rata terkait masalah zona wilayah, baik ojek pangkalan, angkot, dan lainnya. Terus yang paling penting masalah perizinan ini secepatnya diurus,” demikian Delson. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News