RSUD LEBONG

Dishub Provinsi Bengkulu Dampingi Dewan KEK Tinjau Pelabuhan Pulau Baai

Dishub Provinsi Bengkulu Dampingi Dewan KEK Tinjau Pelabuhan Pulau Baai 1

BENGKULU SATU – Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menunjukan keseriusannya untuk menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selasa 17 April 2018, Asisten II Setdaprov Bengkulu Yuliswani dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu atas nama Pemprov Bengkulu, PT Pelindo II Cabang Bengkulu dan Dewan KEK menggelar rapat di Kantor Pelindo.

Rapat tersebut beragendakan penyampaian pihak konsultan dan dilanjutkan dengan mendampingi Dewan KEK meninjau Pelabuhan Pulau Baai.

Pada kesempatan itu, Mardi Santoso selaku Kabag Perencanaan Sekdenas KEK, yang mewakili Dewan KEK mengatakan bahwa penetapan Pelabuhan Pulau Baai sebagai KEK sedang dalam proses melengkapi dokumen. Ada sekitar empat dokumen yang sangat penting dan harus dilengkapi. Saat ini dua dokumen sudah memenuhi persyaratan, sisanya masih dalam proses perbaikan.

“Dokumen Feasibility Study harus lengkap terlebih dahulu, setelah itu barulah gubernur minta persetujuan yang ditujukan ke Ketua Dewan Nasional dalam hal ini Menko Perekonomian RI. Jadi Pelindo sebagai pengusulnya, atas persetujuan dari pemerintah daerah. Setelah itu kita ada sidang dewan nasional,” terang Mardi.

Sedangkan untuk Pulau Baai sendiri, menurut Mardi, sudah sangat memenuhi persyaratan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

“Pulau Baai sendiri, memiliki potensi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu, dan ketika ini nanti sudah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, Bengkulu akan menjadi gerbang ekspor impor, dan akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan,” lanjut Mardi.

Sementara itu, Dishub Bengkulu sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki peran vital dalam mewujudkan salah satu program unggulan Pemprov Bengkulu menyatakan terus berupaya memberikan yang terbaik. Supaya cita-cita bersama menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus segera terwujud.

“Kita akan selalu berupaya untuk melakukan Yang terbaik, tentu setiap tugas yang merupakan porsi Dinas Perhubungan akan kita kerjakan dengan sepenuhnya, agar cita-cita ini menjadi terwujud,” tegas Kepala Dishub Provinsi Bengkulu Bambang Budi Djatmiko melalui salah satu kabidnya, Sapril, saat mendampingi Dewan KEK meninjau kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

Sebelumnya, dukungan menjadikan Pelabuhan Pulau Baai menjadi KEK telah disampaikan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto yang juga telah meninjau kesiapan Pelabuhan Pulau Baai menjadi Pintu Gerbang Wilayah Barat Sumatera.

Dikatakan Airlangga, Kementerian Perindustrian siap memberikan dukungan penuh atas realisasi Pelabuhan Pulau Baai menjadi KEK. Menurutnya, dengan dijadikannya Pebuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang wilayah barat sumatera, otomatis perkembangan ekonomi Bengkulu maju pesat.

“Jelas Pulau Baai ini diharapkan menjadi pelabuhan yang bisa membawa produk pertanian dan perkebunan yang ada di Bengkulu yang selama ini melalui Sumatera Barat atau Lampung, sehingga bisa langsung keluar langsung ke pasar ekspor,” ungkap Airlangga.

Ditambahkannya, melihat kesiapan yang dilakukan Pemprov Bengkulu, dirinya meyakini KEK Bengkulu bisa segera terealisasi.

“Lahannya sudah siap artinya sebagian besar sudah siap, ditambah besarnya komitmen Pak Gubernurnya. Rencananya juga kan Pak Presiden sebelum Mei juga akan ke sini. Dan kebetulan besok kita akan melakukan rapat Proyek Strategis Nasional (PSN), jadi akan saya sampaikan secara langsung ke Pak Jokowi,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan komitmen pemprov menjadikan Pulau Baai sebagai KEK, dengan dipermudahnya urusan administratif, pembebasan lahan serta segala bentuk perizinan yang dibutuhkan Pelindo Bengkulu.

“Kita berkomitmen atas fasilitasi KEK ini. Kemudian kita tunjukan bahwa kita punya potensi besar di sektor perkebunan terutama CPO, karet, kopi dan pertambangan batubara. Hal ini memastikan komoditas-komoditas unggulan tersebut yang akan mensupport kawasan khusus ini,” terang Plt Gubernur.

Lanjut Rohidin, selain didukung komoditas unggulan, KEK Pulau Baai juga akan dikembangkan sebagai kawasan industri pengolahan, seperti pengolahan CPO dan batubara.

“Ketika 4 komoditas unggulan ini bisa semua dijual melalui pintu Pulau Baai, maka aktifitas peti kemasnya dipastikan berkembang luar biasa. Disamping ada beberapa kita support agar ada industri pengolahan, dari CPO kemudian jadi turunan minyak goreng dan seterusnya termasuk pengolahan batubara,” tutupnya.

On Progres KEK Pulau Baai, Dokumen FS dan Masterplan Dipaparkan

Upaya mendorong kawasan Pulau Baai Bengkulu menjadi Kawasan Ekonomi Khusus terus digeber. Usai usulan dan presentasi di Dewan Nasional KEK akhir tahun lalu, kini dokumen studi kelayakan pun dipaparkan.

“Agenda kali ini paparan konsultan PT LAPI ITB sekaligus kunjungan lapangan ke kawasan Pulau Baai. Ini merupakan tindak lanjut dari usulan Kawasan Ekonomi Khusus Pulau Baai Bengkulu,” kata Mardi Santoso usai bertemu Plt Gubernur.

Dokumen FS (Feasibility Study), lanjut Mardi Santoso, merupakan dokumen persyaratan dalam pengusulan. Selanjutnya, setelah dokumen dinyatakan lengkap, kemudian persetujuan gubernur atas usulan KEK, lalu dilakukan dengan sidang dewan nasional.

“Persetujuan gubernur itu ditujukan ke ketua dewan nasional dalam hal ini Menko Perekonomian. Jadi Pelindo sebagai pengusulnya, atas persetujuan dari pemerintah daerah. Setelah itu kita ada sidang dewan nasional,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Rohidin Mersyah menyatakan percaya diri atas potensi dan kesempatan Pulau Baai bisa ditetapkan sebagai KEK. Kata Rohidin, dokumen AMDAL telah rampung, dan saat ini merupakan finalisasi studi kelayakan.

“Presentasi FS dan pemaparan masterplan, Amdal sudah selesai. Kalau dokumen persyaratan telah tuntas, nanti kita serahkan berikut persetujuan pemerintah daerah,” tutur Rohidin.

Dijelaskan Rohidin, pengusulan KEK setidaknya ada 17 dokumen persyaratan. Studi kelayakan dan pemaparan masterplan merupakan tahap final. Dirinya berharap, dalam waktu dekat, seluruh persyaratan yang telah lengkap dapat diserahkan kepada dewan nasional.

“Potensi Pulau Baai sangat feasible, secara prosedur persyaratan juga sudah siap. Mudah-mudahan disetujui,” tutup Rohidin. [Ulan/MC/Adv]

Diskusi ringan di sela-sela kunjungan Dewan KEK ke Pelabuhan Pulau Baai
Asisten II Setdaprov Bengkulu Yuliswani dan Dishub Provinsi Bengkulu atas nama Pemprov Bengkulu, PT Pelindo II Cabang Bengkulu dan Dewan KEK meninjau Pelabuhan Pulau Baai
Perwakilan dari Dewan KEK saat bertemu dengan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News