spanduk Tahapan Kampanye

Kicau Mania dan BKSDA Bengkulu Hearing Terkait PermenLHK Nomor 20/2018

Kicau Mania dan BKSDA Bengkulu Hearing Terkait PermenLHK Nomor 20 2018

BENGKULU SATU – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, tentang Jenis Tumbuhan Satwa yang Dilindungi, yang terbit pada tanggal 29 Juni 2018 lalu. Terkait hal itu, Komunitas Kicau Mania pun melakukan hearing dengan pihak Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu untuk menyampaikan aspirasi mereka mengenai PermenLHK tersebut agar lebih jelas dan tidak menimbulkan keresahan pada para penakar burung di Provinsi Bengkulu.

“Mengenai dengan adanya PermenLHK P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 ini supaya kicau mania atau penangkar burung tidak resah, maka hari ini diadakan audensi untuk jelaskan tentang masalah ini terkait burung murai yang sudah masuk burung dilindungi” kata Plh Kepala BKSDA Bengkulu, Jaja Mulyana, Selasa (14/8/2018).

Sementara itu, Salah satu perwakilan Komunitas Kicau mania, Anshar Amin menjelaskan jika Permen ini tidak berlaku surut. Dan Dia pun mengharapkan Permen ini juga akan dapat menekan penganguran dan tindak krimainalistas di Bengkulu.

“Yang sangat menarik adalah Permen 20 tidak berlaku surut artinya mereka yang mempunyai penangkar murai batu tidak dikenai sanksi, yang dikenakan sanksi adalah mereka yang menangkap murai batu di hutan. Harapan dari kita ya adanya penangkaran ini kan mengurangi pengaguran, kriminalitas serta jalin silahturahmi ya ini kan manfaatnta banya,” singkatnya.

Untuk diketahui, Dalam PermenLHK ini, selain jenis burung juga tercantum jenis lain yang dilindungi, yaitu 137 jenis mamalia, 37 jenis reptil, 26 jenis insekta, 20 jenis ikan, 127 jenis tumbuhan, sembilan jenis dari Krustasea, Muluska dan Xiphosura, serta satu jenis amphibi, sehingga total 919 jenis.

Sebelumnya, dilansir dari Era.id, Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno meminta masyarakat tidak perlu khawatir soal PermenLHK Nomor 20 Tahun 2018 ini, terutama kekhwatiran akan banyaknya penyebaran berita tidak benar atau hoaks di tengah masyarakat bealakangan ini.

Wiratno pun berjanji, pihaknya akan terus menerus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan sehingga masyarakat bisa terlibat dalam menjaga kekayaan alam di Indonesia.

“Jangan khawatir, Permen 20/2018 Menteri LHK tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi tidak berlaku surut. Jadi tidak benar yang sedang memelihara atau menangkar burung seperti murai batu, pleci, cucak rawa, dan lainnya akan dipidana. Itu hoaks,” ungkap Wiratno, Selasa (7/8/2018) lalu.

Lebih lanjut, Wiratno menerangkan justru melalui Permen ini, pemerintah mau agar kelestarian satwa bisa terjaga. Bukan apa-apa, merujuk kajian LIPI, jenis burung itu sudah langka di habitatnya walaupun sudah banyak juga ditemukan di penangkaran. kemudian, kriteria untuk menetapkan hewan yang dilindungi tersebut sudah diatur dalam PP 7 tahun 1999 yaitu mempunyai populasi kecil, adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam, dan daerah penyebaran yang terbatas. [Traaf]

RSUD LEBONG

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

1605633136444
LOGO-JMSI-1

Recent News