RSUD LEBONG

Laka Tunggal, Pelajar SMP Kota Bengkulu Meninggal Dunia

BENGKULU SATU — Lagi, terjadi kecelakaan maut pada anak dibawah umur yang semestinya belum diperbolehkan membawa kendaraan. Jika sebelumnya, di Kabupaten Lebong ada seorang wanita paruh baya yang meninggal dunia lantaran ditabrak dari belakang oleh anak dibawah umur, kali ini terjadi di Kota Bengkulu dengan korbannya pengendara itu sendiri.

Insiden maut ini menimpa Riego Kastian (13) Siswa SMP N 3 Kota Bengkulu warga Jalan Iskandar 10 Kelurahan Tengah Padang Kota Bengkulu yang meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal di Kawasan Jalan TP Kasit Nasir Jembatan Perbatasan Kelurahan Tengah Padang dengan Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu, Sabtu (27/10/2018) sekira pukul 13.30 WIB.

Diketahui, sebelum terjadi kecelakaan Riego Kastian bersama Rano Andika Putra (13) warga Jalan Abu Hanifah Kelurahan Pondok Besi Kota Bengkulu yang juga siswa SMP N 3 Kota Bengkulu terlihat mengendarai sepeda motor Honda Beat BD 4390 CO dari arah Pondok Besi menuju Bajak tanpa menggunakan helm melaju dengan agak ugal-ugalan padahal kondisi cuaca saat itu hujan deras.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sepeda motor yang dikendarai kedua pelajar ini pun hilang kendali dan keluar badan jalan hingga menyebabkan sepeda motor dan pengendaranya masuk kedalam siring yang cukup dalam.

Akibatnya, Reigo Kastian mengalami luka-luka di bagian kepala belakang retak, tangan kiri patah, mata kanan lebam hingga mengakibatkan nyawanya tidak tertolong lagi. Sementara rekannya Rano Andika Putra mengalami patah tangan kanan, dagu robek dan kening robek.

“Hasil pemeriksaan sementara saks-saksi di TKP bahwa dua orang anak tersebut berboncengan dan tidak menggunakan helm, dan keterangan yang dibonceng mereka naik motor sambil main main dan berjalan zig-zag. Setelah tiba di TKP pengendara tidak bisa menguasai motornya sehingga menabrak pinggiran jembatan dan terjatuh masuk ke bawah jembatan, untuk kejadiannya sekira pukul 13.30 WIB atas kejadian ini salah satu korban yang membonceng meninggal dunia. Saat ini orang tua korban masih dalam kondisi shock atas kejadian yang menimpa korban,” kata Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru melalui Kasat Lantas AKP Agis Arya.

Atas insiden ini, Kasat Lantas pun menghimbau kepada para orang tua untuk turut serta dalam mencegah kecelakaan lalu lintas khususnya yang melibatkan anak dibawah umur. Dijelaskannya, dalam hal ini tidak bisa hanya dari pihak kepolisian atau dari pihak sekolah saja, tetapi peran dari orang tua sangatlah besar, untuk itu Kasat pun meminta stop memberikan izin anak bawah umur membawa kendaraan.

“Kami dari Sat Lantas Polres Bengkulu mengajak kepada semua orang tua yang masih mengijinkan anaknya naik motor ke sekolah utuk stop memberikan izin, karena secara tidak langsung sama saja menghantarkan anaknya untuk terlibat kecelakaan dan yang paling fatal meninggal dunia. Semoga kejadian ini yang terakhir kalinya,” kata Kasat Lantas.

Disamping itu, Kasat pun menyampaikan mulai tanggal 30 Oktober sampai dengan 12 November 2018 nantinya, seluruh jajaran Kepolisian di Indonesia akan melaksanaan Ops Zebra 2018 dan salah satu yang menjadi sasaran penindakannya adalah pengendara dibawah umur dan tidak mengguna helm SNI.

“Mari kita stop pelanggaran sehingga kita bisa stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” tukas Kasat. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News