RSUD LEBONG

Miris, Ratusan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Telah Terjadi di Bengkulu

Miris, Ratusan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Telah Terjadi di Bengkulu

BENGKULU SATU – Maraknya kejadian tindak pidana terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu belakangan ini, cukup memprihatinkan. Terlebih lagi kejadian tesebut kebanyakan menimpa anak di bawah umur, yang mana pelakunya mayoritas bukanlah orang jauh, melainkan orang dekat seperti ayah, kakak, kakek, dan tetangga dekat yang seharusnya melindungi.

Melihat perihal ini, Koordinator Program Yayasan Pusat Pendidikan Untuk Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu, Grasia Renata Lingga sangat menyayangkan maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini.

“Kami menyayangkan maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi, terlebih dalam dua bulan terakhir. Seharusnya, kebijakan berpihak kepada korban dan juga korban harus mendapatkan perlindungan. Baik itu saat pelaporan, proses persidangan maupun setelahnya,” ungkap Grasia, Selasa (13/11/2018).

Ditambahkan Grasia, Yayasan PUPA mencatat sepanjang tahun 2017 ditemukan 165 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu. Data tersebut dikumpulkan berdasarkan hasilpendokumentasian.

“Adapun kasus yang paling tinggi adalah perkosaan dengan persentasi 41 persen. Kasus pelecehan seksual 31,5 persen, KDRT 17 persen, penganiayaan 6,1 persen, dan yang lainnya kekerasan dalam pacaran, bully, penelantaran, hingga femicide (kekerasan yang berakhir dengan kematian),” tambahnya.

Selain itu, sebagai upaya dalam menanggulangi tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak, saat ini Yayasan PUPA bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bengkulu. Dengan membangun kelompok kerja pencegahan dan perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan satuan pendidikan di 114 sekolah (SD dan SMP) dengan membuat mekanisme dan alur penanggulangan kasus.

Hanya saja, kata Grasia, kerjasama tersebut masih dalam tahap penguatan kapasitas tim di masing-masing sekolah.

“Untuk tahun 2019, Disdikbud sudah memastikan penguatan kapasitas tim ini masuk dalam rencana kerja Disdikbud dan DPPPA PP KB Kota Bengkulu, agar bisa berjalan sesuai Tupoksi,” terangnya.

Grasia juga berharap, kedepan partisipasi seluruh masyarakat untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi anak, dan tentu saja tidak menyalahkan korban serta kebijakan yang sudah ada.

Seperti, lanjut Grasia, Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Anak yang sudah disahkan bulan April lalu, akan tetapi belum juga disosialisasikan ke masyarakat. [Traaf]

*Sumber: Bengkulukito.com

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News