RSUD LEBONG

Plt Gubernur Bengkulu Didesak Cabut Izin PLTU Batu Bara Teluk Sepang

Plt Gubernur Bengkulu Didesak Cabut Izin PLTU Batu Bara Teluk Sepang

BENGKULU SATU – Masih dalam suasana hari Sumpah Pemuda ke-90, sejumlah oranisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tolak Batu Bara Teluk Sepang melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Padang Harapan. Dalam aksi tersebut mereka menolak keberadaan PLTU (Pembakit Listrik Tenaga Uap) Batubara Bengkulu di Teluk Sepang, Senin (29/10/2018).

Untuk itu, Aliansi ini mendesak agar Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah agar mencabut izin lingkungan yang dimiliki PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) yang saat ini tengah melakukan pengerjaan proyek PLTU tersebut. Aksi dilakukan karena Aliansi menilai penggunaan listrik dari batu bara ini dapat memperburuk kualitas hidup, dan daat menjadi penyebab kematian dini bagi ribuan orang per tahun nantinya.

Jon Kanedi selaku kordinator lapangan (Korlap) aksi mengatakan bahwa aksi ini adalah rangkaian panjang untuk melakukan penolakan PLTU Batubara, dengan tuntutan cabut izin Lingkungan PT TLB. Dasar pencabutan izin adalah beberapa kejanggalan dalam proses pemberian izin PLTU itu, termasuk adanya persetujuan warga yang diketahui sejak awal menolak keberadaan proyek ini.

“Pemerintah terus saja abai pada rakyat yang sudah paham dan mengambil keputusan menolak proyek itu sejak awal. Kami juga mengkaji bahwa ada tindakan cacat hukum dalam proses pembangunan PLTU, salah satunya melanggar dokumen tata ruang provinsi dan kota,” katanya.

Sementara itu, Hamidin warga Teluk Sepang yang turut dalam aksi ini mengungkapkan bahwa warganya sejak lama menolak keberadaan proyek PLTU ini.

“Kami dari dulu saat PLTU mau dibangun, kami sudah tidak setuju. Kami sudah melakukan penolakan, sebanyak 700 KK menandatangani penolakan. Namun ditolak maupun disetujui program tetap berjalan,” ungkap Hamidin.

Tak samai disitu, Hamidin pun menjelaskan hadirnya PLTU ni mengancam mata pencarian warga teluk sepang yang mayoritas nelayan. Dan juga takut akan dampak polutan yang dapat ditimbulkan dari PLTU Batubara berkapasitas 2×100 MW (Megawatt) ini.

“Contoh jika limbah dibuang ke laut, kami yang mayoritas sebagai nelayan akan sulit mencari ikan karena laut sudah tercemar. Sekarang saja sudah mulai banyak dampak dimana banyak tenaga asing yang bekerja di pembangunan PLTU tersebut,” keluhnya. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News