spanduk Tahapan Kampanye

Polemik Ambulans Jadi Mobnas Pejabat, Plt Gubernur Enggan Berkomentar

Polemik Ambulans Jadi Mobnas Pejabat, Plt Gubernur Enggan Berkomentar

BENGKULU SATU – Polemik Ambulans jadi Mobil Dinas (Mobnas) pribadi Petinggi Rumah Sakit Umum Sakit M Yunus Bengkulu (RSMY) tampaknya belum mendapatkan respon yang berarti dari pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan terkesan hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan oleh pemerintah.

Bahkan, Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat dikonfirmasi terkait hal tersebut pun enggan berkomentar, tidak mau menanggapi dan malah meminta pihak media menanyakan langsung perihal tersebut ke RSMY.

“Tanya Direktur rumah sakit (RSMY, red) aja ya. Masalah gitu tanya rumah sakit aja,” kata Rohidin Usai mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (10/9/2018).

Kemudian terkait RSMY yang tidak tertib administrasi, lantaran RSMY telah mengalih fungsikan kendaraan Ambulans yang sejatinya untuk mengangkut orang sakit dan kecelakaan ini menjadi Mobnas petinggi RSMY yang telah tiga tahun lamanya tanpa persetujuan dari Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) dan tanpa SK Gubernur pun juga tak begitu ditanggapi oleh Plt Gubernur.

“Tanya rumah sakit yang bagian aset aja, kalo yang masalah kendaraan yang begitu-begitu,” ujarnya.

Bahkan saat dikatakan jika pihak media pun telah mencoba untuk konfirmasi langsung ke direktur RSMY, tapi malah para petinggi i rumas sakit tersebut malah kompak cuti pun tidak begitu ditanggapi oleh Plt Rohidin.

” Saya kira ga akan mendadak, saya kira bukan ga penting, itu penting tapi tidak terlalu substantif mobil satu. Saya tidak mau komentar tentang itu, tanya itu aja ya (pihak RSMY,red),” tukasnya.

Perlu diketahui, mobil dinas petinggi RSMY jenis Toyota Kijang Inova tipe E tersebut mengalami kecelakaan di jalan Jenggalu, Kecamatan Gading Cempaka pada desember 2015 lalu yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 2 orang terluka serta menabrak satu unit rumah yang mengakibatkan kamar bagian depannya hancur, dan laju kendaraan baru berhenti setelah masuk ke jurang sedalam 1,5 meter. Saat itu, mobil dikendarai oleh pengendara berinisial HR bersama satu rekannya, dan hanya mengalami luka lecet.

Berdasarkan hasil investigasi, mobil hitam bernomor polisi BD 72 yang selama ini digunakan salah seorang petinggi dan sering terparkir di RSMY selama ini, ternyata aslinya merupakan salah satu mobil ambulans yang pengadaannya pada tahun 2015, sebanyak 2 unit Innova tipe E dan aslinya berwarna putih. Sedangkan, kendaraan dinas yang asli untuk petinggi RSMY tersebut hingga kini masih berada di salah satu bengkel di Kota Bengkulu dan membutuhkan biaya perbaikan senilai Rp 40 Juta. [Traaf]

RSUD LEBONG

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

1605633136444
LOGO-JMSI-1

Recent News