RSUD LEBONG

Sebelum Dikeroyok, Lurah Diduga Sempat Digrebek Bersama Istri Orang

Sebelum Dikeroyok, Lurah Diduga Sempat Digrebek Bersama Istri Orang

BENGKULU SATU – Lurah Anggut Atas berinisial An sebelumnya telah melaporkan 3 orang yang merupakan kakak ipar dan adik iparnya, lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pengeroyokan tethadapnya dengan tudingan perselingkuhan ke Polda Bengkulu, Jum’at (14/9/2018).

Namun, juga tersiar kabar jika oknum Lurah tersebut sebelum kejadian pengeroyokan sempat dikabarkan digerebek oleh RT dan warga pada Kamis (13/9/2018) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Dia digerebek bersama wanita yang diduga bukan muhrimnya di kontrakan kawasan Pasar Melintang, bahkan sumber media ini menyebut wanita itu adalah istri sah orang lain. 

“Kabarnya lurah itu menyewa kamar di kawasan pantai, setiap bulannya dia membayar kamar Rp 800 ribu,” sebut salah satu sumber yang meminta namanya tidak disebutkan, dilansir dari Bengkulutoday.com.

Baca juga: Diduga Keroyok Lurah, Suami Oknum Dewan Dipolisikan

Sementara itu, Camat Ratu Samban, M Nasir saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan itu.

“Iya ada oknum lurah yang digerebek pukul 15.00 sore kemarin, saya sudah memanggil oknum lurah inisial An, dari pengakuannya ada rekayasa dari keluarga istri oknum lurah,” kata M Nasir saat dikonfirmasi di kantornya.

Dijelaskan M Nasir, dari pengakuan An, dia baru saja pulang dari pelatihan dan sampai di kontrakannya. Namun baru saja selesai dia mandi, tiba-tiba ada seorang wanita mengetuk pintu dan dia buka. Kemudian wanita itu duduk dan masih mengenakan pakaian lengkap. Tiba-tiba datang ketua RT bersama orang yang tak dikenal. Kejadian itu menurut An ada unsur kesengajaan dari Ketua RT dan oknum yang tidak dikenal tadi. Sebab saat ini hubungan  An dengan istrinya sedang tidak harmonis.

Selesai penggerebekan itu, oknum tidak dikenal yang datang bersama Ketua RT membawa wanita tadi pergi. Kemudian, selesai apel sore di kelurahan, An pulang ke rumahnya di Penurunan. Dan saat tiba waktu Magrib, tiba-tiba datang keluarga istri An dan langsung melakukan penganiayaan terhadap An, akibatnya An pun mengalami luka memar dan lebam di bagian pelipis mata sebelah kanan.

Nasir menambahkan, jika pihaknya masih mempelajari permasalahan tersebut, jika terbukti maka bakal ada sanksi untuk oknum lurah itu.

“Yang jelas jika terbukti melakukan perbuatan asusila akan ada sanksi, salah satu sanksi bisa pembebasan tugas,” katanya. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News