RSUD LEBONG

Terlibat Korupsi, 20 ASN Di Provinsi Bengkulu Dipecat

Terlibat Korupsi, 20 ASN Di Provinsi Bengkulu Dipecat

BENGKULU SATU – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (Men-Pan RI) serta Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menandatangani surat edaran nomor 180/686/7/SJ tentang Pemecatan ASN yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi terhadap 2.357 Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran tercatat telah melakukan dan terlibat kasus Korupsi, Kamis (13/9/2018) kemarin.

Menarikanya, dalam ribuan ASN tersebut terdapat sebanyak 20 ASN di Provinsi Bengkulu, secara rinci satu orang ASN di lingkup Pemprov Bengkulu dan 19 orang lainnya merupakan ASN yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Menanggapi terbitnya surat tersebut Pemprov Bengkulu pun memecat 20 ASN tersebut secara tidak hormat.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan dari pusat, pihak Pemprov Bengkulu harus menindaklanjutinya, dan juga seperti yang disampaikan KPK bahwa pemerintah harus komit untuk melaksanakannya.

“Pada intinya pemerintah Provinsi wajib menindaklanjuti apapun keputusan dari pusat,” kata Gotri, Jum’at (14/9/2018).

Ditambahkannya, data tersebut bisa saja berubah ketika ada putusan dari pengadilan yang bersifat inkrah.

“Tentunya data yang dikeluarkan hari ini belum tentu sama dengan bulan depan, karena kita melihat perkembangan nantinya, bisa saja bertambah dan lebih dari 20 orang tersebut,” tukas Gotri. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News