Diduga Ganti Rugi Enggan Dibayar, Pemilik Lahan Kibarkan Merah Putih Di Perbatasan PT BTL

Para pemilik lahan yang mengibarkan Bendera Merah Putih
Para pemilik lahan yang mengibarkan Bendera Merah Putih

BENGKULUSATU.co.id, Lebong – Belumlah usai, polemik ganti rugi tanam tumbuh terkait Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) antara Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTA) PT Bangun Tirta Lestari (BTL) dengan warga terdampak di Kabupaten Lebong. Kini tuntutan tanam tumbuh lainnya kepada PT BTL pun gencar dilakukan oleh warga lainnya.

Kali ini muncul dari para pemilik lahan di sekitaran bendungan PLTA PT BTL yang mana lahan mereka terancam terendam jika PLTA tersebut dioperasikan. Hal tersebut lantaran, pada saat uji coba pada tahun 2019 lalu, semua air masuk ke lahan mereka. Dan tentunya jika hal tersebut dibiarkan akan mematikan semua tanam tumbuh. Yang menjadi mata pencaharian warga selama puluhan tahun selama ini.

Untuk itu, pada Sabtu (8/2/2020) para pemilik kebun yang menuntut kejelasan ganti rugi tanam tumbuh tersebut pun memasang dua spanduk bertuliskan “Jika Genangan PLTA PT.BTL merusak tanam tumbuh kami, berarti membunuh kehidupan kami”. Selain spanduk, disepanjang berbatasan lahan dengan sungai yang bakal dibendung tersebut, juga dikibarkan bendera merah putih sebagai simbol perlawanan warga menuntut hak mereka.

Spanduk yang dibentang warga

Aksi warga pemilik lahan tersebut meliputi keluarga Rahman Ahmadi yang memiliki luas kebun 2 hektar, Adnan dengan luas kebun 2 hektar dan Bakri dengan luas kebun 1,5 hektar ini sangat beralasan, karena jika bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT. Bina Tirta Lestari dioperasikan. Seperti iuji coba pada tahun 2019 lalu, semua air masuk ke lahan mereka dan tentunya jika hal tersebut dibiarkan akan mematikan semua tanam tumbuh. Yang menjadi mata pencaharian warga selama puluhan tahun selama ini.

“Kami menuntut ganti rugi tanam tumbuh, karena pasca uji coba pihak perusahaan sudah pernah menghitung ribuan batang kopi kami. Tapi hingga sekarang tidak ada kejelasan, ganti rugi tanam tumbuh itu bakal direalisasikan dan terkesan memang tidak akan dibayarkan,” sampai salah satu pemilik lahan Rahman Ahmadi dilokasi, Sabtu (8/2/2020) siang.

Dikatakan Rahman Ahmadi, jika sebelumnya pihak perusahaan tidak mau membayar karena kebun mereka masuk kawasan TNKS, kenyataannya setelah mereka berkoordinasi langsung ke Balai TNKS Sungai Penuh. Mereka mendapatkan dukungan dan pihak balai TNKS memastikan setiap tanam tumbuh yang ditanam warga itu adalah hak warga.

“PT ini tidak mau bayar ganti rugi, kebun ini tahun 2011 digarap dan tahun 2013 kami diusir katanya dari pihak TNKS. Sebab sesudah uji coba bendungan ini (PLTA,red) hasil panen kopi kami merosot, paling banyak 200 kilo padahal sebelumnya sampai 2 ton. Jadi kami minta ganti rugi tanam tumbuh kami,” tambah Rahmadi.

Seperti diketahui, sebelumnya pada 5 Februari 2020, warga pemilik lahan yang berlokasi dekat bendungan tersebut yang ingin haknya terlindungi sebagai warga negara Indonesia, mereka juga menyurati Presiden Indonesia Joko Widodo. Kemudian juga ditujukan kepada Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Gubernur Bengkulu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Bupati Lebong dan Ketua DPRD Lebong.

Dikutip dari PedomanBengkulu.com Jum’at (7/2/2020) kemarin, hal tersebut dibenarkan oleh Nurkholis Sastro selaku pendamping Rahman Ahmadi dan Adnan, yang juga merupakan keluarga dari Rahman Ahmadi.

“Kalau surat tertanggal 5 Februari 2020 sudah kami kirimkan ke Presiden Indonesia Joko Widodo beserta lainnya. Sedangkan untuk pengibaran Bendera Merah Putih dilaksanakan Sabtu (8/2/2020) Harapannya jelas, agar permasalahan lahan yang milik dua warga tersebut dapat terselesaikan sesuai hak mereka,” sampai Sastro yang juga merupakan Koordinator KKI Warsi Bengkulu ini. [Traaf]

Sumber : Pedomanbengkulu.com

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1

Recent News

Gubernur Yang Dinanti