RSUD LEBONG

Ditjen Perkeretaapian Diskusikan Kelayakan Pembangunan Jalur Kereta Api di Bengkulu

Ditjen Perkeretaapian Diskusikan Kelayakan Pembangunan Jalur Kereta Api di Bengkulu

BENGKULU SATU – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia menggelar Focus Grup Discussion (FGD) “studi kelayakan pembangunan jalur kereta api nasional di Provinsi Bengkulu” bertempat di Dealova meeting room, Hotel Splash, Bengkulu.

Diskusi grup tersebut ini dibuka Danto Restyawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia yang diwakili Kabag Perencanaan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI, Amin Hudaya mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan FGD adalah mengkaji kelayakan pembangunan jalur kereta api mulai dari aspek teknis, keuangan, ekonomi, dan lingkungan.

“Sebagai pedoman dalam perencanaan dan pembangunan perkeretaapian khususnya untuk membangun jalur kereta api antara jalur KA eksiting di Sumatera barat dan sumatera selatan dengan Provinsi Bengkulu,” kata Amin Hudaya, Rabu (29/8/2018).

Lanjut, Amin Hudaya pun meyakini alat transportasi Kereta Api akan mampu bersaing dengan alat transportasi darat lainnya dalam hal biaya, waktu maupun keramahlingkungannya.

“Dengan adanya angkutan umum maupun angkutan massal yang merupakan transportasi darat, transportasi Kereta Api mampu bersaing dengan model transportasi lainnya dalam hal efisiensi biaya angkut, efisiensi waktu maupun yang berhubungan dengan penyelenggaraan alat transportasi yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Keyakinan tersebut lantaran dirinya berdasarkan adanya jalur Kereta Api peninggalan zaman penjajahan Belanda yang terletak di kawasan Lebong Tandai serta dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk aktifitas sehari-hari yang biasa disebut oleh masyarakat Molek atau Angkutan Lori, membuat Tim Penyusun dari PT Telaga Bakti Nusantara memberikan semacam kajian.

Sementara itu, Tim Penyusun dari PT Telaga Bakti Nusantara membuat tiga alternatif jalur Kereta Api untuk diterapkan di Provinsi Bengkulu, yakni pada alternatif pertama ada Bengkulu – Padang (Sumatera Utara), alternatif kedua Linau – Muara Enim (Sumatera Selatan) dan alternatif ketiga yakni Bengkulu – Kotabumi (Lampung).

Dari ketiga alternatif itu, Tim Penyusun membuat semacam pertimbangan dan perhitungan, sehingga alternatif pertama dan kedua dirasa lebih memadai. Pemilihan alternatif ini berdasarkan kajian dengan model kesesuaian serta terdapat sembilan kriteria pilihan alternatif itu.

“Kami membuat tiga alternatif, yakni alternatif pertama ada Bengkulu – Padang (Sumatera Utara), alternatif kedua Linau – Muara Enim (Sumatera Selatan) dan alternatif ketiga yakni Bengkulu – Kotabumi (Lampung). Setelah dilakukan kajian, ternyata alternatif jalur pertama dan kedua ini lebih memadai untuk dibangun jalur kereta api,” jelas Ketua Tim Penyusun, PT Telaga Bakti Nusantara, Rudi Sugiono Suyono.

Untuk lebih memantapkan rancangan dari Tim Penyusun tersebut, dilakukan pengisian kuisioner oleh seluruh peserta diskusi serta masukan-masukan yang membangun agar terbentuklah sebuah rancangan yang pas untuk diterapkan di Provinsi Bengkulu terkait pembangunan jalur Kereta Api ini.

Setelah pembahasan dari tim penyusun, dilanjutkan dengan pembahasan dari Badan Perencanaan, Pengembangan dan Penelitian Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, lalu penyampaian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu serta penyampaian dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu.

Setelah dilakukan penyampaian dari instansi-instansi Provinsi Bengkulu yang terkait tersebut, acara dilakukan dengan diskusi atau pemberian tanggapan dari seluruh peserta diskusi yang merupakan perwakilan dari instansi-instansi terkait se-Provinsi Bengkulu. Terakhir, acara ditutup kembali oleh Danto Restyawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Amin Hudaya, Kabag Perencanaan Ditjen KA Kemenhub RI. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News