RSUD LEBONG

Indeks Kesejahteraan Dan Desa Tertinggal Di Rejang Lebong Sama-sama Meningkat

Infografis IPM Rejang Lebong
Infografis IPM Rejang Lebong

Bengkulusatu.co.id, Curup – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Rejang Lebong, Indeks Kesejahteraan Masyarakat terus meningkat selama periode Pemerintahan Bupati Rejang Lebong DR. H. Ahmad Hijazi, SH., M.Si.

Dari data tersebut diketahui, sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Misalnya, pada tahun 2015 pengeluaran perkapita masyarakat Rejang Lebong mencapai 9.050. Pada tahun 2016 sebesar 9.520, berikutnya pada tahun 2017 dan 2018 mencapai 9.660 dan 10.045.

Tentunya, dengan Indeks Kesejahteraan Masyarakat Rejang Lebong yang terus meningkat membuktikan, bahwasannya Pemerintahan Bupati Rejang Lebong DR.H.Ahmad Hijazi, SH., M.Si., sukses dalam hal meningkatkan ekonomi kemasyarakatan sehingga menghasilkan outcomes berupa Indeks Kesejahteraan masyarakat yang meningkat dari tahun ke tahun.

Data tersebut juga berbanding lurus dengan jumlah Desa Tertinggal yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Pasalnya, pada tahun 2018 terdapat 20 Desa yang masuk dalam kategori Desa Tertinggal (DT) dan 7 Desa terkategori Desa Sangat Tertinggal (DST), berdasarkan data dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Namun, pada tahun 2019 jumlah Desa Tertinggal mengalami peningkatan yang sangat mencengangkan, yakni sebanyak 65 Desa masuk dalam kategori Desa Tertinggal (DT) dan 2 Desa terkategori Desa Sangat Tertinggal (DST), atau mengalami peningkatan tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data yang kita terima, Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2019, terdapat 65 DT dan 2 DST. Dari hasil itu juga, dijadikan acuan oleh pihak Kemendes dalam menentukan besaran DD yang diterima oleh masing-masing desa untuk tahun 2020,” ungkap Alpian, ST selaku Kordinator Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Rejang Lebong.

Alpian, ST, Kordinator Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Rejang Lebong.

 

Hal ini dijadikan dasar dikeluarkannya Peraturan Menteri Desa nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2020, dan besaran Dana Desa di masing-masing wilayah.

Jika dipersentasekan, terdapat 122 Desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Sedangkan jumlah Desa Tertinggal sebanyak 65 Desa. [(65 :122) x 100 persen = 53,27%] artinya lebih dari setengah dari jumlah desa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong terkategori Desa Tertinggal.

“Memang demikian data yang kami terima. Namun, kami akan terus melakukan pendampingan terhadap pemerintahan desa dalam hal pembangunan, pemberdayaan, peningkatan kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan, penanggulangan kemiskinan, dan peningkatan pelayanan publik, serta peningkatan akses dibidang perekonomian dan lapangan kerja, sesuai dengan Permendes nomor 11 tahun 2019,” pungkasnya. [BN1]

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07

Recent News