RSUD LEBONG

Ada Pungutan di Sekolah, Dikbud Lebong “Mingkem” 

Ada Pungutan di Sekolah, Dikbud Lebong Mingkem

BENGKULU SATU – Fakta terkait pungutan di salah satu SMPN di Kabupaten Lebong kian terkuak, namun entah mengapa intsansi terkait dalam hal ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong masih terkesan tak ada apa-apa. Seperti halnya yang terjadi di SMPN 5 Lebong, yang beralamat di Desa Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning yang saat ini tengah viral pemberitaannya terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) di sekolah tersebut.

Bahkan saat disidak oleh Komisi I DPRD Lebong pada Sabtu (19/1/2019) lalu pun Armen Bastari selaku Kepala Sekolah (Kepsek) membenarkan adanya pungutan di sekolahnya. Namun, Ia berdalih hal itu sudah kesepakatan bersama antara pihak sekolah, Komite, dan Wali murid dari rapat komite tanggal 21 Desember 2018 lalu, ketika pembagian rapor.

Dalam pengakuannya ketika itu, Armen mengatakan jika yang mengajukan iuran atau pungutan tersebut memang dari pihak sekolah. Awalnya sekolah mengajukan iuran senilai Rp 458.000, namun karena ada keberatan dari wali murid, sehingga nilai tersebut dirampingkan menjadi Rp 400.000. Secara rinci iuran yang harus dibayarkan oleh wali murid kelas 9, diantaranya uang administrasi les sebesar Rp 160.000, uang pas photo untuk ijazah sebesar Rp 28.000, uang sampul ijazah + photo copy ijazah + penulisan ijazah sebesar Rp 70.000, uang photo kelas + bingkai sebesar Rp 50.000,- dan uang kenang-kenangan sebesar Rp 92.000 yang mana sebelumnya senilai Rp 150.000, jadi terhitung totalnya sebesar Rp400.000, per siswa.

Menurutnya, apa yang telah dilakukannya tersebut telah sesuai dengan tahapan yang benar, namun Ia juga mengakui jika pihaknya sedikit menyalahi prosedur karena pada rapat tersebut pihaknya mengirimkan undangan pembagian rapor bukan rapat komite. Meski demikian Armen tak mengakui jika pungutan yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan Pungli.

Tak berhenti disitu, Kamis (24/1/2019) kemarin SMPN 5 Lebong terus mencari pembenaran atas pungutan tersebut dengan kembali menggelar rapat komite. Dalam rapat tersebut pungutan tetap sama nilainya, hanya saja pihak sekolah meminta kepada wali murid untuk menandatangani surat pernyataan sebagai pegangan mereka di mata hukum nantinya.

Namun sejauh ini, belum ada tindakan nyata dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong, malah terkesan ada pembiaran akan hal ini dari pihak instansi tersebut. Bahkan intansi pemerintah ini pun bisa dikatakan tutup mulut atau dalam bahasa jawanya deisebut mingkem.

Seperti halnya saat dikonfirmasi pada Kepala Bidang pembinaan dan Pendidikan, Andri Darmawan, S.Pd ketika dimintai tanggapannya terkait peristiwa dugaan pungli di SMPN 5 Lebong ini, Sang Kabid pun enggan berkomentar dengan alasan beliau punya atasan yang lebih berkompeten untuk menangggapi itu.

“No coment….no coment… aku no coment, aku punya atasan, mungkin beliau yang lebih berhak menanggapi ini,” kata Andri usai menghadiri rapat komite SMPN 5 Lebong tersebut.

Padahal aturan terkait larangan pungutan di sekolah ini sudah sangat jelas, seperti yang tercantum dalam Permendikbud nomor 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbanagan biaya pendidikanpada satuan pendidikan dasar melarang pihak sekolah yang mendapatkan biaya operasional dari pemerinta untuk mengambil pungutan pada peserta didik atau wali murid. Larangan tersebut juga ada pada Permendikbud nomor 75 tahun 2016, bunyi pasal 10 ayat (2) “Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan”. Kemudian ditegaskan lagi pada Pasal 12 ayat (2) Permendikbud ini “Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya”. Lalu hal tersebut diperkuat lagi dengan adanya Perpres nomor 87 tahun 2016.  [Traaf]

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News