RSUD LEBONG

Belum PHO, Jembatan di Lebong Mendadak Putus

Belum PHO, Jembatan di Lebong Mendadak Putus

BENGKULU SATU – Miris, salah satu jembatan gantung di Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong yang tengah dibangun dan persentase pembangunannya telah mencapai 95 persen mendadak putus pada Jumat, (07/11/2018).

Belum diketahui secara pasti apa penyebab putusnya jembatan gantung ini, diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan perencanaan. Selain itu, fisik pembangunan jembatan gantung yang menguras APBD Lebong tahun 2018 sebesar Rp. 750 juta ini juga disinyalir bermasalah. Dugaan ini tentunya bukan isapan jempol belaka, hal ini diperkuat lantaran putusnya jembatan tersebut bukan karena terpaan derasnya air sungai atau bencana banjir.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Agus Ferdinand, ST melalui Kabid Bina Marga Dodi Irawan, ST membenarkan, jika putusnya jembatan gantung di Desa Tangua ini bukan disebabkan karena banjir. Namun, Dodi juga belum berani menyebutkan apakah putusnya jembatan gantung ini disebabkan karena pengerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan ataupun dugaan fisik yang bermasalah.

“Untuk menentukan hal ini harus dilakukan pemeriksaan dari tim ahli dulu. Kita juga sudah mengecek langsung ke lokasi dan putusnya jembatan ini sekali lagi bukan disebabkan karena banjir,” kata Dodi, Senin (10/12/2018).

Lanjut Dodi, dari pengecekan yang sudah dilakukan pihaknya ke lokasi, salah satu alat berupa ring tempat memasang besi angkur tidak ditemukan lagi, dari informasi pekerja alat tersebut hanyut saat putusnya jembatan.

“Jadi kita belum bisa bicara apakah sesuai spek atau tidak, karena alatnya sudah tidak ditemukan lagi. Pekerjaan itu juga belum PHO dan masih dalam tanggung jawab pihak rekanan. Sesuai kontrak pekerjaan ini selesai per tanggal 13 Desember mendatang,” lanjutnya.

Sejauh belum ada serah terima, tambahnya, pekerjaan tersebut masih tanggung jawab pihak rekanan. Bahkan, pihak rekanan pun sudah berkoordinasi kepada pihaknya siap bertanggung jawab untuk memperbaiki jembatan yang putus ini.

“Kalau tidak dibenari, kita putus kontrak. Namun, dengan kondisi sekarang pekerjaan ini nanti akan melewati masa waktu kontrak dan tentu akan ada sanksi yakni denda 1/1000 dari sisa nilai kontrak yang belum dilaksanakan. Sebenarnya pekerjaan pembangunan jembatan ini progresnya sudah 95 persen, namun karena kejadian ini sekarang posisinya kembali ke angka 60 persen,” tambahnya. 

Postingan Kades Tangua sehari sebelum jembatan gantung putus

Diketahui, pembangunan jembatan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 750 juta ini dilaksanakan oleh CV. Tuan Rajo Bintang dengan nilai penawaran sebesar Rp 601.931.665,10. 

Menariknya, sehari sebelum jembatan gantung tersebut putus, Kamis (6/12/2018) sekira pukul 18.13 WIB, Kepala Desa Tangua, Burhan Dahri sempat memposting fotonya di atas jembatan tersebut melalui akun media sosial facebook miliknya. Dalam postingan tersebut, tampak Kades sedang berpose bersama seorang pria, dan nampaknya jembatan tersebut begitu kokoh. Dan Kades pun berencana ingin membangun jembatan pada tahun 2019 mendatang dengan kontruksi yang sama dengan jembatan gantung tersebut.

“Terimakasih kepada Pemda & DPRD Kab.Lebong serta Doa juga Dukungan masyarakat dalam pelaksanaan Pemb.Jembatan gantung Air ketahun Desa Tangua, Insa’Allah Th.2019 akan kita Bangun Jembatan Gantung Air Uram Desa Tangua dg konstruksi kembar.(pembangunanprorakyat wwwtangua.com),” tulis Kades dalam postingannya hingga kini telah mendapatkan ratusan like dan komentar tersebut. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News