spanduk Tahapan Kampanye

Bukannya Mengembalikan, Mantan Pejabat Lebong Ini Malah Palsukan Nopol Mobnas

Bukannya Mengembalikan, Mantan Pejabat Lebong Ini Malah Palsukan Nopol Mobnas

BENGKULU SATU – Miris dengan ulah mantan pejabat di salah satu OPD di kabupaten Lebong, selain tak mengindahkan intruksi yang diberikan Bupati Lebong, H. Rosjonsyah untuk mengembalikan kendaraan dinas yang digunakannya pada saat masih aktif menjadi ASN, salah seorang pensiunan Pejabat ini malah nekat memalsukan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau Nomor Polisi (Nopol) mobil dinas (Mobnas) tersebut.

Mobnas yang dimaksud tersebut bermerek Toyota Avanza warna merah dengan nopol BD 1110 HY yang tercatat sebagai aset di Bagian Umum Setdakab Lebong yang dipinjam pakaikan kepada Sriwijaya ketika masih aktif sebagai ASN. Namun hingga statusnya pensiun beliau enggan mengembalikan mobnas tersebut, dan menariknya nopol  mobnas tersebut malah diganti menjadi BD 9100 H dan berwarna hitam. 

Terlebih lagi, diduga Sriwijaya yang saat ini maju sebagai calon legislatif (Caleg) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Dapil 1 Kabupaten Lebong juga menggunakan fasilitas milik negara tersebut untuk kepentingan politik. Meski sudah beberapa kali disurati dan dicoba dilakukan penarikan tapi mobnas tersebut belum juga berhasil dikandangkan oleh Pemkab Lebong.

Penjabat Sekda Kabupaten Lebong Drs.Dalmuji Suranto, saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya dalam hal ini, mulai dari menyurati hingga mendatangi rumah yang bersangkutan. Namun tetap saja tidak diindahkan, parahnya lagi ketika disambangi ke rumahnya, kondisi mobnas tersebut dalam keadaan tidak layak jalan, yakni roda mobnas tersebut dikempeskan oleh yang bersangkutan sehingga tim yang diturunkan gagal melakukan penarikan, tim hanya berhasil mengamankan surat-suratnya saja.

“Kita sudah menyurati, bahkan sudah dua kali mendatangi rumahnya, tapi tetap saja yang bersangkutan tidak kooperatif malah ban mobnas tersebut dikempeskan olehnya sehingga tim kita gagal melakukan penarikan, tim kita hanya berhasil mengamankan sebatas surat-suratnya saja,” jelas Dalmuji saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/1/2018).

Melihat tingkah Mantan pejabat yang demikian, Dalmuji mengatakan akan mengambil langkah tegas, dengan segera melayangkan surat peringatan terakhir, dan jika tidak juga diindahkan, dirinya akan turunkan tim untuk melakukan penarikan secara paksa.

“Saya tetap berharap kepada siapa saja yang masih menguasai aset daerah yang tidak tepat pemanfaatannya untuk segera mengembalikan ke Pemkab Lebong, saya akan segera melayangkan surat peringatan terakhir kalau tidak juga diindahkan, jangan berkecil hati, saya akan segera turunkan tim penertiban untuk melakukan penarikan secara paksa,” tegas Dalmuji.

Untuk diketahui penertiban aset ini dilakukan berdasarkan hasil audiensi Pemkab Lebong dengan KPK RI terkait program pencegahan korupsi pada Kamis (14/11/2018) lalu. Dimana dalam audiensi tersebut Coki selaku Koordinator Sub pencegahan Korupsi KPK RI menegaskan tidak ada lagi aset daerah yang dibawa atau dipinjam oleh pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi OPD. [Traaf]

RSUD LEBONG

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

1605633136444
LOGO-JMSI-1

Recent News