RSUD LEBONG

Diterjang Air Bah, Puluhan Hektare Sawah di Lebong Gagal Panen

Diterjang Air Bah, Pulahan Hektare Sawah di Lebong Gagal Panen

BENGKULU SATU – Bencana alam kembali melanda Bumi Swarang Stumang, Kabupaten Lebong, setelah sebelumnya pada Selasa (5/2/2019) kemarin ratusan rumah di dua Kecamatan di kabupaten ini, yakni Kecamatan Amen dan Lebong Utara direndam banjir. Ternyata bencana alam pun tak sampai disitu saja, karena esok harinya, Rabu (6/2/2019) sekira pukul 17.00 WIB, areal persawahan di kawasan Bioa Baes di Desa Tabeak Kauk Kecamatan Lebong Sakti diterjang air bah (banjir) yang disertai material pasir dan batu yang berasal dari luapan Sungai Bioa Baes.

Akibatnya, Puluhan hektare sawah di kawasan tersebut dipastikan gagal panen lantaran tertimbun material tersebut. Air Bah tersebut diduga akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu siang yang membuat debit sungai Bioa Baes naik dan meluap ke sawah warga.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Tabeak Kauk, Lahmudin alias Mudeng mengatakan setidaknya ada 21 lahan sawah milik warga yang tertimbun material batu dan pasir.

“Banyak lahan sawah warga saya yang tertimbun material yang dibawa oleh air bah tersebut, dan bisa dipastikan sawah-sawah tersebut gagal panen,” kata Kades, Kamis (7/2/2019).

Lanjut Mudeng, selain menimbun lahan sawah warga, air bah tersebut juga menghanyutkan ratusan ikan serta ternak milik warga serta merusak irigasi yang berada di kawasan persawahan tersebut. Dijelaskan juga, sungai Biyoa Baes selalu meluap dan menggenangi sawah warga lantaran alur sungai sudah mengalami pendangkalan akibat abrasi dari ulu sungai setiap turun hujan.

Untuk itu, Kades pun mengharapkan adanya perhatian pemerintah untuk musibah ini, baik dalam hal solusi hilangnya mata pencaharian warga dan juga bisa menormalisasikan alur sungai Bioa Baes tersebut.

“Saya sangat berharap pihak pemerintah segera tanggap dan mengambil tindakan atas kejadian ini, mengingat seluruh warga yang terkena musibah mata pencarian mereka hanya bertani sawah, semoga ada solusi dari pemerintah untuk warga kami. Juga dapat melakukan normalisasi sungai Biyoa Baes, agar nantinya jika turun hujan airnya tidak meluber ke sawah warga,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP.Andree Ghamaa Putra, SH.,S.Ik melalui Kapolsek Lebong Tengah Iptu.Edi Suprianto,SE yang turun langsung ke lokasi kejadian mengungkapakan sedikitnya terdapat sekitar 25 hektare sawah warga tertutup material batu pasir bawaan banjir sungai Bioa Baes, selain sawah warga musibah ini juga menutup jalan altenatif Lebong Sakti-Uram Jaya lantaran longsor dan adanya pohon tumbang.

“Bukan hanya sawah warga Tabeak Kauk yang terkena bencana, jalan Lebong Sakti – Uram Jaya juga tidak bisa dilalui tertutup longsor dan batang roboh, jembatan juga nyaris putus, kalau tidak segera ditanggulangi dikhawatirkan benar-benar akan putus,” singkat Kapolsek. [Traaf]

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News