RSUD LEBONG

Kunker ke Lebong, Mendes PDTT Serahkan Bantuan 4,5 Milyar

Kunker ke Lebong, Mendes PDTT Serahkan Bantuan 4,5 Milyar

BENGKULU SATU – Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, pada Rabu (19/12/2018), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lebong.Dalam kunjungan ini Mendes PDTT melakukan dialog percepatan pembangunan desa menuju masyarakat mandiri dan sejahtera bersama dengan Bupati Lebong, H. Rosjonsyah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMD Sos) Kabupaten Lebong, para Kepala Desa (Kades), Camat, serta jajaran Pemerintah kabupaten Lebong lainnya.

Dalam kesempatan ini, Mendes mengharapkan Kades di kabupaten Lebong bisa memanfaatkan program dana desa (DD) dengan sebaik mungkin, agar dapat mempercepat pembangunan masyarakat desa baik infrastruktur maupun ekonomi di desa. selain itu, Mendes pun mengharapkan desa yang ada di Kabupaten Lebong bisa keluar dari keterpurukan dan ketertinggalan.

“Sudah banyak desa yang dulunya miskin dan tertinggal sekarang berubah menjadi desa yang kaya dan menjadi tujuan wisata berkat program dana desa. Dengan dana desa masyarakat dapat berinovasi dan berkreasi sesuai dengan potensi yang ada di desa sehingga dapat merubah sesuatu yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi. Saya selalu mensosialisasikan, dana desa jangan hanya digunakan untuk membangun infrastruktur saja tapi pembangunan ekonomi masyarakat juga harus diperhatikan, karena sejatinya tujuan utama dari dana desa adalah mensejahterakan masyarakat di pedesaan,” harap Mendes.

Ditambahkan Menteri, walaupun baru berjalan sekitar empat tahun yang lalu dan tergolong baru, dengan program dana desa sudah banyak merubah kehidupan di masyarakat desa terutama di bidang infrastruktur, seperti beribu kilo jembatan, jalan, irigasi, dan lainnya yang dapat menunjang ekonomi masyarakat pedesaan. Baru-baru program diluncurkan memang masih banyak permasalahan dan kendala yang ditemui, tapi itu wajar namanya juga program baru, namun dengan keyakinan dan bimbingan kepada para Kades akhirnya lambat laun semua bisa membaik dan sukses.

Semua tidak terlepas dari peran pemerintah daerah dan para pendamping desa yang selalu setiap mendampingi dan bekerjasama dengan kepala desa untuk membangun. Masih mentri, tidak bisa dipungkiri, dulu hampir 50 persen kepala desa berpendidikan hanya sebatas SD, tetapi aturan-aturan yang diterapkan kepada mereka dalam penggunaan dana desa hampir sama dengan aturan administrasi pemerintahan, sehingga tidak sedikit kepala desa yang tersandung kasus hukum lantaran kekeliruan tidak mengerti administarasi, namun sekarang semua mulai membaik, kwalitas dan kinerja kepala desapun sudah jauh lebih baik. Untuk itu beliau mengaku sudah menjalin kerjasama dengan pihak POLRI dan kejaksaan terkait kepala desa yang tersandung masalah karena kesalahan administarif.

“Masih banyak kepala desa yang berpendidikan SD dan SMP yang mengalami kesulitan di administrasi sehingga terkendala di pencairan tahap berikutnya yang mengakibatkan dana desa tidak terserap 100 persen, dan tidak sedikit juga yang tersandung pidana lantaran kekeliruan administrasir. Untuk itu saya telah menjalin kerjasama dengan pihak Kepolisian-RI dan Kejaksaan terkait kepala desa yang tersandung masalah administratif saya yakinkan selagi kesalahan masih di administrasi saya jamin kepala desa tidak akan dikriminalisasi, kalaupun ada saya yang akan maju ke depan dan siap membela, tapi kalau tersandung kasus korupsi saya lepas tangan dan saya serahkan pada pihak yang berwajib untuk diproses sebagaimana mestinya,”tegasnya.

Dalam kunjungan ini Menteri PDTT juga menyerahkan bantuan dari kementerian ke desa. Adapun rincian bantuan tersebut diantaranya, bantuan Program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PPID-PEL) kepada dua desa sebesar Rp 3 miliar, Bantuan Permodalan BUMdes tahun 2019 diberikan kepada 10 BUMdes sebesar Rp 500 juta, Bantuan usaha ekonomi desa 2019 diberikan kepada dua desa sebesar Rp 400 juta, Bantuan pasar desa tahun 2019 diberikan kepada 2 pasar sebesar Rp 340 juta, Bantuan usaha pengembangan BUMdes tahun 2019 diberikan kepada dua BUMdes sebesar Rp 300 juta. [Traaf]

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News