RSUD LEBONG

Siswa SDN 88 Lebong Belajar Beralaskan Tikar, Dikbud: Dicoret Legislatif

KBM SDN 88 Lebong Beralas Tikar, Bupati Rogoh Kocek Pribadi, Dikbud: Dicoret Legislatif

BENGKULU SATU – Dunia pendidikan di Kabupaten Lebong baru-baru ini telah mendapatkan tamparan keras. Hal tersebut lantaran adanya sekolah baru yakni SDN 88 Lebong yang terletak di Desa Talang Donok, Kecamatan Topos yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya beralaskan tikar, karena ketiadaan meubeler sekolah berupa meja dan kursi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 88 Lebong, Sofian mengatakan bahwa sekolah ini dibangun pada tahun 2016 lalu dan mulai dioperasikan sejak 2017, dan saat ini memiliki sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 8 siswa kelas I dan 7 siswa kelas II.

“Sejak berdiri sekolah ini (SDN 88 Lebong) belum memiliki meubeler sama sekali, bahkan selama hampir 2 tahun berjalan (KBM), sekolah ini belum sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong dalam bentuk apapun,” ungkap Sofian

Parahnya lagi, tenaga pengajar hanya ada dua, yakni Sofian selaku selaku Kepsek dan berstatus PNS dan dibantu satu tenaga guru honorer, dan dua honorer lainnya yakni penjaga sekolah dan operator. Kondisi ini kian diperparah, lantaran tiga tenaga honorer tersebut semenjak sekolah berdiri hingga sekarang belum sekalipun menerima gaji dikarenakan sumbernya memang tidak ada atau bisa dikatakan mereka kerja bakti.

Sofian pun mengaku dirinya sudah berapa kali berkoordinasi dengan Dikbud Lebong, namun pihak dinas beralasan sudah dua tahun dianggarkan tapi belum diakomodir juga.

“Sekolah kami sudah dua tahun berjalan, tapi sampai dengan sekarang belum sekalipun mendapat bantuan berupa meubeler, dana BOS ataupun bantuan lainnya. Ya mau tidak mau terpaksa kami melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan tikar duduk di lantai. Tenaga honorer pun yang sudah bekerja selama dua tahun disini belum pernah sekalipun menerima gaji karena memang anggarannya tidak ada, untung aja mereka punya hati yang mulia yang rela mengabdi demi masa depan anak bangsa, walaupun tidak dibayar sama sekali,” tutur Sofian via telpon selular miliknya, Kamis (29/11/2018).

Untuk itu, Sofian pun berharap sekolahnya bisa terus mendapatkan perhatian dari pemerintah kedepannya. Hal tersebut lantaran dirinya sangat mengkhawatirkan akan berkurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN 88 nantinya lantaran keterbatasan sarana ini, dan bisa saja sekolah ini akan tutup karena tidak ada siswa. Diketahui, sebelumnya jumlah siswa di SDN 88 sebanyak 19 orang.

“Saya selaku kepala sekolah sangat berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan nasip kami, agar kami bisa keluar dari permasalahan ini dan agar anak-anak didik kami bisa mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak lainnya,” harapnya. 

Siswa SDN 88 Lebong bersemangat saat menerima bantuan meja dan kursi dari Bupati Lebong

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lebong, M. Taufik Andary, M.Pd melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan, Andri Darmawan, S.Pd, menjelaskan pihaknya sudah berapa kali mengajukan anggaran untuk meubeler sekolah tersebut, tapi sudah berapa kali dianggarkan belum diakomodir juga oleh pihak legislatif.

“Kalau kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah berapa kali mengajukan anggaran untuk sekolah tersebut, tapi belum diakomodir juga, kemudian kami usahakan untuk di APBDP tahun 2018 tapi tetap saja dicoret, kalau sudah begitu kami bisa apa,” jelas Andri dikutip dari Gobengkulu.com, Jum’at (30/11/2018).

Menurut Andri, perihal demikian terlebih bagi pendidikan bukanlah masalah biasa dan sudah termasuk masalah nasional dan harus diperhatikan.

“Seharusnya pihak legislatif bisa memilah mana yang skala prioritas dan mana yang bisa ditunda, nantilah proyek yang lain-lain lihat dulu mana yang sifatnya urgen dan mana yang biasa, semoga saja nanti di 2019 tidak dicoret lagi,” sampai Andri. 

Postingan facebook akun Zoni Harpen, Rabu (28/11/2018)

Data terhimpun, kondisi ini mencuat usai postingan akun facebook atas nama Zoni Harpen pada hari Rabu, 28 November 2018 kemaren, namun entah kenapa postingan tersebut telah dihapus.

“Kondisi SDN 88 Iebong di desa Talang Donok Topos sudah 2 tahun belajar tanpa meja dan kursi tapi dg menggunakan tikar,sudah beberapa kali diusulkan,sampai sekarang belum ada realisasinya, mohon DPRD yg dr topos mampir sambil Iewat,melihat bagaimana kondisi sebenar di sekolah tsb,” tulisnya sebagai keterangan dari foto siswa SDN 88 yang tengah belajar beralaskan tikar.

Dengan mencuatnya kondisi tersebut di media sosial, Bupati Lebong H. Rosjonsyah, SIP. M.Si langsung mengirimkan bantuan secara pribadi berupa meubeler ke SDN 88, serta menyampaikan permohonan maafnya atas kejadian tersebut, Kamis (29/11/2018). 

Bupati mengaku dirinya sungguh tidak tahu kalau di Kabupaten Lebong yang dia pimpin ini, masih ada sekolah yang anak-anaknya belajar di lantai karena ketiadaan meubeler. Dan Bupati pun mengimbau agar dinas terkait (Dikbud Lebong) agar lebih memperhatikan dan memantau sekolah-sekolah dan jangan sampai hal buruk yang memilukan tersebut terulang lagi.

“Saya sungguh tidak tahu kalau masih ada sekolah di Kabupaten Lebong ini yang belajar di lantai karena ketiadaan meubeler karena tidak ada yang melaporkan atau menyampaikan kepada saya. Saya harap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi dan kepada dinas terkait harap lebih dipantau lagi kebawah, ini sunguh memperihatinkan dan saya pastikan tidak akan terjadi lagi,” singkat Bupati. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News