RSUD LEBONG

Terkait Jembatan Putus, PUPRP Lebong Tunggu Itikad Baik Rekanan

Terkait Jembatan Putus, PUPRP Lebong Tunggu Itikad Baik Rekanan

BENGKULU SATU – Polemik putusnya jembatan di Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong pada Jum’at (7/12/2018) lalu cukup menjadi peringatan keras bagi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Lebong serta pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut agar lebih baik kedepannya. Pasalnya, Dinas PUPRP Lebong merupakan salah OPD yang masih akan terus melaksanakan pembangunan di Kabupaten Lebong ini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPRP Lebong, Ferdinan Agus, ST melalui Kepala Bidang Bina Marga, Dodi Irawan, ST menyampaikan akan memanggil pihak rekanan yang mengerjakan jembatan gantung tersebut, untuk memastikan langkah yang diambil dalam menyelesaikan persoalan ini.

Dodi pun mengatakan putusnya jembatan bukan faktor bencana alam. Karena paket pekerjaan tersebut juga belum PHO, jadi mau tidak mau harus dikembalikan ke pihak rekanan.

“Kita akan panggil pihak rekanan dan menunggu itikad baiknya, kalau memang masih ada iktikad baik maka kita akan buat adendum kontrak dan akan memberikan kesempatan 50 (lima puluh) hari kalender setelah berakhirnya pelaksanaan pekerjaan, karena secara fisik pekerjaan tersebut sudah melebihi 80 persen, tapi apabila pihak rekanan tidak ada itikad baik maka kita akan putuskan kontrak dan memblack list CV yang dipakainya,” kata Dodi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/12/2018).

Baca juga: Belum PHO, Jembatan di Lebong Mendadak Putus

Dodi juga mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah dari jauh hari telah memperingatkan pihak rekanan agar lebih berhati-hati dan jangan main-main dengan pengerjaan fisik jembatan, jangan hanya untuk mengejar cepat selesai tapi mengabaikan kwalitas. Menurut Dodi, saat ini tim pengawas belum bisa mengambil kesimpulan apa faktor penyebab putusnya jembatan tersebut, apakah kelalaian pada proses pengerjaannya atau kelalaian di materialnya.

“Saya sudah berapa kali memperingatkan pihak rekanan agar lebih berhati-hati dalam pengerjaan fisik jembatan tersebut, karena saya tahu mereka dikejar waktu, merekakan punya dua paket pekerjaan jembatan, yakni di Sungai ketahun Desa Tangua dan di Desa Air Dingin, mereka mengejar untuk menyelesaikan fisik jembatan di Tangua kemudian tukang akan ditarik untuk mengerjakan fisik jembatan yang di Air Dingin, saya sudah peringatkan agar menambah jumlah pekerja, kalau mengandalkan jumlah tenaga yang ada tidak akan mungkin selesai, terbukti sekarang hasilnya seperti ini. Kita tinggal menunggu iktikad baik dari pihak rekanan, kalau tidak ada iktikad baik, ya mau tidak mau kita terpaksa mengambil tindakan tegas,” jelasnya.

Lebih jauh Dodi menjelaskan kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada tanggal 13 Desember 2018, dan baru dibayarkan sebatas uang muka sebesar 30 persen dari nilai kontrak.

“Kontrak pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah berakhir hari ini (13/12/2018), dan kita baru bayar sebatas uang muka sebesar 30 persen,” tandasnya. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News