RSUD LEBONG

Terungkap, Pelaku Bunuh Petani Lebong Lantaran Ketahuan Maling Pinang

Terungkap, Pelaku Bunuh Petani Lebong Lantaran Ketahuan Maling Pinang

BENGKULU SATU – Berkat tindak cepat dari Tim Sat Reskrim Polres Lebong berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Yurjaniah (45) warga Desa Sukau Kayo, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong. Pelaku berinisial AZ (25) warga Desa Kota Baru Santan, Kecamatan Pelabai Kebaupaten Lebong. Yang ternyata selama ini menebar teror sebagai Si Topi Merah yang selama ini membuat takut warga Kecamatan Lebong Atas dan Kecamatan Pelabai.

Berdasarkan pengakuan Pelaku, Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra melalui Kasat Reskrim, Iptu Teguh Ari Aji, SIK mengatakan bahwa pelaku membunuh korban lantaran ketahuan mencuri buah pinang milik korban dan diteriaki maling oleh korban. Dan buah pinang yang diambil pun tak sampai setengah karung.

“Pengakuan pelaku, melakukan pembunuhan tersebut karena ketahuan maling pinang milik korban. Pelaku merasa kesal lantaran diteriaki maling oleh korban,” kata Kasat, Sabtu (3/11/2018).

Selain itu, pelaku juga mengakui perbuatan lainnya yakni pelaku percobaan pencabulan terhadap salah seorang pelajar SD di Desa Blau Kecamatan Lebong Atas dan juga pelaku pembacok terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT), Nibenia Laihago (28) warga Desa Tik Tebing, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong pada Selasa (16/10/2018) lalu.

“Pelaku pembunuhan ini, juga merupakan pelaku pembacokan terhadap IRT yang di Desa Tik Tebing, dan juga pelaku percobaan pencabulan beberapa waktu lalu. Dia juga seorang mantan residivis, yang baru sekitar dua bulan ini keluar penjara, lantaran kasus yang sama,” jelas Kasat.

Pihak kepolisian pun telah mengamankan beberapa barang bukti, berupa pakaian yang digunakan pelaku, topi merah yang sering digunakan saat beraksi, golok, dan juga sepeda motor milik pelaku.

Baca juga: Mayat Petani Lebong Ditemukan Dalam Siring

Kronologis kejadian tersebut, pada Jum’at (2/11/2018) pagi, sekira pukul 10.00 WIB, korban berangkat dari rumahnya menuju kebun. Sekira pukul menjelang waktu shalat Jum’at, korban memergoki pelaku tengah mencuri buah pinang miliknya. Melihat itu, korban pun meneriaki pelaku maling, pelaku sempat lari.

Namun, ternyata pelaku hanya mengatur letak posisi sepeda motor miliknya agar lebih mudah melarikan diri. Tanpa disangka oleh korban, pelaku pun mendatangi korban dan langsung melakukan pembunuhan tersebut dengan cara dibacok. Melihat korbannya telah meninggal dunia, pelaku pun menyeret korban ke siring yang sekira berjarak 10 meter dari pondok kebun korban. Setelah itu, korban pun pulang ke rumah neneknya di Desa Kota Baru Santan saat orang sedang menjalankan ibadah sholat Jum’at.

Pada sore harinya, anak keempat korban, Rian (10) yang merasa khawatir lantaran ibunya tersebut belum pulang dari kebun, karena biasanya pukul 17.00 WIB setiap harinya telah pulang ke rumah. Sekira sebelum mahgrib, Rian pun berinisiatif menyusul ibunya ke kebun, namun Rian tidak menemukan ibunya hanya ada perlengkapannya saja seperti, beronang, parang dan lainnya.

Tak kunjung bertemu dengan ibunya, Rian pun kembali ke desa mengabarkan bahwanya ibunya belum pulang dan tidak terlihat di kebun. Kemudian warga desa pun beramai-ramai mencari korban, dan sekira pukul 20.30 WIB korban pun ditemukan di dalam siring dalam kondisi tak bernyawa.

Baca juga: IRT Lebong Dibacok OTD di Kebun, Pelaku Berhasil Kabur

Diketahui, korban meninggalkan 5 orang anak, yakni Ramadhan (25), Ona Sutra (20), Rian (10), Yanti (7), dan anak sulungnya Azwan (27) sudah menikah tinggal di Desa Pya Embik. Kesehariannya, korban dan keluarga bekerja sebagai buruh tani, dan selalu ramah terhadap warga sekitar. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News