spanduk Tahapan Kampanye

Nihil Penuntasan Kasus Korupsi, Tipidkor Polres Lebong Dirombak

Nihil Penuntasan Kasus Korupsi, Tipidkor Polres Lebong Dirombak

BENGKULU SATU – Kepolisian Resort (Polres) Lebong menggelar konfrensi pers capaian kinerja mereka sepanjang tahun 2019. Dalam giat tersebut terkuak di tahun 2019 tidak ada kasus korupsi yang dituntaskan.

Terkait hal tersebut, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, S.Ik pun mengakui bahwa capaian Polres Lebong terhadap kasus korupsi sepanjang tahun 2019 ini adalah nihil, lantaran tak ada satu pun kasus yang terungkap. Padahal sesuai dengan asistensi Polda Bengkulu, unit Tipikor Satreskrim Polres Lebong ditargetkan setidaknya menuntaskan 2 kasus pad tahun 2019 ini.

“2019 ini Kita memang mendapatkan atensi dari Polda, karena sampai serah terima (Jabatan,red) saya awal bulan November atau akhir Oktober, belum ada satupun (Kasus korupsi, red) yang naik ke sidik,” ungkap Kapolres di ruang Comand Center Polres Lebong, Senin (30/12/19) siang.

Kendati demikian, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya sudah menaikkan status satu kasus Tipikor, yakni dugaan korupsi Pembangunan Intake Ladang Palembang dari penyelidikan naik status menjadi penyidikan. Namun dikarenakan naik status diakhir tahun dan perkaranya menyangkut anggaran kementerian, pihaknya tidak bisa langsung secara tiba-tiba menuntaskan kasusnya.

“Atensi Polda Bengkulu sudah kami lakukan dan di tahun 2020 ini tidak akan terulang lagi. Memang sesuai aturan, kami satu tahun mendapatkan target 2 kasus Tipidkor. Juga sesuai dengan asistensi Polda Tipikor Polres Lebong kita rombak,” jelasnya.

Data terhimpun, terhitung sejak tahun 2017 tercatat ada beberapa kasus korupsi yang ditangani pihak tipidkor Polres Lebong, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Mulai dari perkara pengadaan alat peraga matematika SD, proyek Dikbud tahun anggaran 2016 yang diusut pihak polres Lebong sejak tahun 2017 namun hingga saat ini belum tuntas dan belum ada kejelasan.

Kemudian kasus proyek pembangunan intake dan jaringan pipa air baku di Desa Ladang Palembang Kecamatan Lebong Utara milik Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII tahun 2017 senilai Rp16,6 miliar, yang mulai diusut pihak polres Lebong sejak tahun 2018 lalu tapi hingga saat ini belum juga ada tersangka.

Pada tahun 2018 Dinas Pertanian Lebong juga pernah dilaporkan ke Polda Bengkulu, tapi saat itu Polda melimpahkan laporan tersebut ke polres Lebong lantaran sebelumnya pengaduan juga sudah masuk ke Polres Lebong, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait perkara yang dilaporkan itu.

Di tahun 2018 juga Polres Lebong disuguhi perkara pungutan liar yang terjadi di SMPN 5 Lebong dan saat itu sudah dilakukan penyelidikan bahkan beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan buktipun sudah dikumpulkan, tapi hingga saat ini perkara tersebut belum ada kejelasan.

Ditambah lagi di awal tahun 2018, Polres Lebong juga pernah mengusut perkara stone crusher illegal milik PT.Mega Power Mandiri yang terletak di Kelurahan Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan, tapi hingga saat ini perkara tersebut juga belum ada kejelasan. Serta kabarnya di tahun 2019 ada kepala desa dari Kecamatan Uram Jaya dan Kecamatan Amen yang dilidik oleh pihak Tipidkor polres Lebong terkait penggunaan dana desa tahun anggaran 2018 namun hingga saat ini belum diketahui sejauh mana progress penyelidikan tersebut.

Selain itu, Dalam konferensi pers tersebut, Kapolres memaparkan sepanjang tahun 2019 mencatat kasus curat sebanyak 16 kasus, turun 8 kasus dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 24 kasus (2018). Dari 16 kasus, 12 kasus berhasil dituntaskan Polres Lebong. Kemudian perkara ke dua yakni perkara curas sebanyak 5 kasus, naik 2 kasus dari tahun sebelumnya hanya tercatat 3 kasus. Dari 5 kasus tersebut hanya 4 kasus yang berhasil dituntaskan. Perkara berikutnya yakni, perlindungan anak tercatat sebanyak 5 kasus naik 1 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 4 kasus. Dari 5 kasus tersebut semuanya berhasil dituntaskan.

Dilanjutkan Kapolres, perkara berikutnya curanmor dan penipuan, masing-masing tercatat ada 3 kasus di tahun 2019, keduanya mengalami peningkatan 1 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 1 kasus. Dari 3 kasus tersebut hanya 2 kasus yang berhasil dituntaskan. Kemudian, untuk perkara korupsi hanya ada 1 perkara, turun 4 kasus dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5 kasus. Tapi diakui kapolres 1 perkara itu juga belum tuntas dan masih dalam proses.

Sedangkan untuk perkara narkoba meningkat 4 kasus dari tahun sebelumnya yang hanya tecatat 5 kasus menjadi 9 kasus dan semuanya tuntas. [Traaf]

 

RSUD LEBONG

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1

Recent News