RSUD LEBONG

Ternyata Anak Kades Sambirejo Ikut Menikmati Bantuan Bedah Rumah

Rumah anak Kades Sambirejo yang terima BSPS atau bedah rumah
Rumah anak Kades Sambirejo yang terima BSPS atau bedah rumah

Bengkulusatu.co.id, Curup – Pasca pemberitaan yang mencuat di media bengkulusatu.co.id, terkait program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019, di Desa Sambirejo Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, yang sempat disebut-sebut oleh warga, bahwa oknum perangkat desa melakukan pungutan Rp.700 ribu untuk pembuatan berita acara.

Hal tersebut langsung diklarifikasi oleh narasumber yang bersangkutan, dirinya sempat mengklaim telah dipungut biaya Rp.700 ribu oleh oknum perangkat desa, merupakan hal yang salah sebut, lantaran gugup dimintai keterangan oleh awak media.

Pasca berita tersebut, hal baru mulai terkuak dan cukup menarik untuk dibahas. Salah satunya, dikabarkan terdapat perangkat desa ataupun keluarga perangkat desa yang ikut menikmati bantuan bedah rumah (BSPS) tahun 2019, namun tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan yang semestinya.

“Cuma ada satu yang perangkat, itu pak Saipudin, Kaur Pemerintahan. Rumahnya itu pelupuh, kalau kita lihat rumahnya itu kasihan. Saat tim survey dari Kabupaten, saya ngomong terus terang, kalau pak Saipudin ini perangkat. Kalau memang layak, tolong dibantu. Kalau memang tidak layak, ya kami pihak desa hanya bisa sebatas mengusulkan. Final dipihak Provinsi, dengan pertimbangan rumahnya memang layak, wong la ndak roboh. Kalau yang lain-lain, perangkat dan keluarga perangkat tidak ada. Cuma pak Saipudin itulah,” ungkap Kepala Desa Sambirejo, Tutur, kepada awak media, Sabtu (27/06/2020).

Keterangan dari Kepala Desa Sambirejo, Tutur beberapa waktu lalu terbantahkan, setelah awak media menerima informasi, bahwa anak kandung dari Kepala Desa Sambirejo, Tutur, atas nama Anggun Novita Sari menjadi salah satu penerima bantuan BSPS tahun 2019, yang berada di urutan 107 dari 129 penerima BSPS Desa Sambirejo.

“Ini rumahnya Anggun anak pak Kades. Tidak ada pondokan (fisik bangunan rumah lama) yang seharusnya direhab. Wong, tinggalnya dulu serumah sama pak Kades. Rumah ini dibangun diatas tanah kosong,” jelas salah seorang warga Desa Sambirejo, Masiran ditemani sang istri, Tuti, Sabtu (04/07/2020).

Keterangan dari warga tersebut membuktikan, bahwasannya terdapat keluarga perangkat Desa Sambirejo yang menerima bantuan bedah rumah, selain Kaur Pemerintahan yang disebut Kades Sambirejo. Hal ini pula membantah kriteria yang disebutkan Kepala Desa, bahwasannya penerima bantuan BSPS wajib memiliki fisik bangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi sasaran program bedah rumah.

Masih menurut keterangan Masiran dan Tuti, anak Kepala Desa Sambirejo ini, bersama sang suami sehari-harinya bekerja sebagai petani.

“Kerjanya Anggun sama suaminya itu petani. Kebunnya banyak, ada di Gang Dahlia, ada di Gang Bendungan, isinya sayuran. Ada juga di Talang Kelompok, Sumber Bening itu Kebun Kopi. Di Sumber Bening itu juga ada Kebun Palawija,” Ceplos Tuti kepada bengkulusatu.co.id.

Sementara itu, berdasarkan konfirmasi bengkulusatu.co.id, dengan Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR PKP Rejang Lebong, Sri Wilujeng, mengatakan, kriteria penerima bantuan wajib memiliki bangunan tidak layak yang menjadi target program bedah rumah.

“Mereka yang menerima bantuan bedah rumah wajib memiliki unit rumah tidak layak huni. Kalau penerima BSPS itu tinggal sama orang tuanya, kemudian menerima bantuan bedah rumah, maka kita lihat dahulu. Rumah orang tuanya ini, apakah masuk kategori tidak layak huni. Rumah yang dibedah pun rumah yang mereka tempati, yang masuk dalam kategori rumah tidak layak huni. Tapi kalau rumah orang tuanya bagus, terus yang dapat bantuan bedah rumah atas nama anaknya, yang tidak memiliki rumah tidak layak huni, dan membangun diatas tanah kosong, jelas menyalahi. Tapi, saya klarifikasi dahulu dengan TFL-nya, apakah benar informasi ini,” sampai Kabid Perkim Dinas PUPR PKP RL, Sri Wilujeng.[BN1]

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News