RSUD LEBONG

Remaja Diduga Cabuli Keponakan Yang Masih Balita Hingga Meninggal Dunia

Korban saat dirawat, foto : lst/net
Korban saat dirawat, foto : lst/net

BENGKULU SATU – Nahas yang dialami seorang balita perempuan yang masih berusia 3 tahun di Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), diusia tersebut dia harus menghembuskan nafas terakhirnya lantaran diduga telah dicabuli oleh seorang remaja berinisial ALX (15), yang tak lain merupakan pamannya sendiri, Minggu (5/1/2019).

“Untuk pelaku sudah kita amankan di Mapolres Benteng, sementara kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan kerabat terdekat,” ungkap AKBP Anjas Adipermana Melalui Kasat Reskrim Iptu Rahmat.

Balita ini meninggal dunia, sebelumnya sempat dirawat di puskesmas pagar Jati, pihak puskesmas menjelaskan jika korban tidak bisa dirawat disini, karena terdapat luka lebam di mata sebelah kiri, serta alat kemaluanya juga mengalami pembengkakan, melainkan harus dirujuk ke rumah sakit karena diduga menjadi korban pencabulan. Dimana akibat kejadian tersebut, korban masih belum sadarkan diri.

Sementara setelah dirawat hampir 24 jam, korban akhirnya meninggal dunia di rumah sakit Banyangkara Polda Bengkulu.

“Benar korban sudah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit Bayangkara, dan korbam sudah dibawa ke rumah duka,” pungkas Rahmat.

Kronologis, kejadian ini diketahui, lantaran salah seorang warga setempat berinisial Y (28) mendatangi rumah korban untuk membeli buah jengkol kepada ibu korban, Sabtu (4/1/2020). Namun, saat itu ibu korban tidak ada di rumah, melainkan sedang ke kebun, hanya ada Paman korban yang sedang asik memainkan Handphone (HP) di teras rumahnya.

Tak lama kemudian, Y seperti mendengar ada suara orang merintih kesakitan dari dalam rumah tersebut. Merasa ada yang tidak beres, Y pun langsung masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, Y melihat korban sudah terbaring lemah, nafas sesak serta kaki dan tangan yang gemetar.

Dari keterangan yang diperoleh, selama 3 bulan terakhir korban memang ditinggalkan ibunya dengan sang paman, lantaran ibu korban menderes karet di kebunnya tak jauh dari desanya. Melihat itu, Y pun langsung memanggil paman korban untuk menjemput ibu korban di kebun dan langsung membawa korban ke puskesmas Pagar Jati.

Saat di puskesmas korban masih belum sadarkan diri dengan luka lebam di mata sebelah kiri dan alat kemaluannya bengkak. Petugas puskesmas menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit karena korban diduga mengalami pencabulan.

Namun nyawa korban tak tertolong lagi, hingga berita ini diterbitkan, korban  telah dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya. [Traaf]

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07

Recent News