Saldo ATM Dicuri, Nasabah Bank Bengkulu Merugi Puluhan Juta

Foto bagian depan Bank Bengkulu cabang Muara Aman
Foto bagian depan Bank Bengkulu cabang Muara Aman

BENGKULU SATU – Senin (6/1/2020) siang, sekira pukul 11.30 WIB, salah seorang Apartur Sipil Negara (ASN) atas nama Budi Patresia, S.Pd. AUD (45) warga Perumnas Griya Asri Indah, Desa Nangai Tayau I, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong yang juga merupakan nasabah Bank Bengkulu melaporkan salah seorang honorer berinisial CA (21) berdomisili Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, Kabupaten Lebong atas dugaan pencurian saldo ATM miliknya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Ahmad Bustanil mengatakan laporan tersebut tercatat dengan nomor : Laporan Polisi / B- 06 / I / 2020/ Bengkulu / Resor Lebong. Dijelaskan Kasat, bahwa pada bulan Desember 2019 pelapor mengalami kehilangan ATM, dan baru diketahui pada tanggal 24 Desember 2019 lalu sekira pukul 15.00 WIB. Setelah mengetahui ATM-nya hilang, sekira setengah jam kemudian pelapor pun mendatangi kantor Bank Bengkulu cabang Muara Aman untuk mengecek saldo tabungannya. Setelah dicek, saldo pelapor yang sebelumnya sekitar Rp 61 juta, tersisa sekitar Rp. 38 juta lagi.

“Benar, saat ini kita sedang menangani kasus pencurian saldo melalui ATM. Dimana dari ATM yang dicuri nasabah kehilangan saldonya sekitar Rp. 24 juta rupiah,” kata Kasat, (9/1/2020).

Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Andi Ahmad Bustanil, S.Ik

 

Lanjut Kasat, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti yakni print out mutasi buku tabungan dan rekaman CCTV dari Bank Bengkulu cabang Muara Aman. Terkait rekaman CCTV, pihak Polres harus menunggu sekitar 1 minggu untuk mendapatkannya, karena ada prosedur dari bank tersebut.

“Masih terus kita lidik, dan mengumpulkan alat bukti. Terkait rekaman CCTV kita belum mendapatkannya, masih harus menunggu sekitar satu minggu, namun sudah kita surati secara resmi Senin (6/1/2020) kemarin,” jelasnya.

Kemudian terkait, pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan terlapor CA merupakan warga Desa Semelako II, Kecamatan Lebong Tengah adalah kesalahan penulisan, yang benar terlapor berdomisili di Lebong Tambang. Dan terduga pelaku pun hingga saat ini belum diamankan, lantaran masih menunggu alat bukti.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Cabang Bank Bengkulu Cabang Muara Aman, Syefrizal Sahponi menegaskan untuk melihat atau meminta rekaman CCTV tersebut harus melalui prosedur terlebih dahulu. Yakni pihak kepolisian harus menyurati pihak Bank Bengkulu Cabang Muara Aman secara resmi atau menyerahkan surat perintah (Sprint), dan tersebut akan diteruskan kepada Bank Bengkulu pusat.

Setelah ada rekomendasi atau sprint dari Bank Bengkulu pusat, baru pihaknya bisa memberikan rekaman CCTV tersebut. Namun diakuinya, jika sprint dari Polres Lebong telah diterima oleh pihaknya pada Senin (6/1/2020).

“Harus melalui prosedur, surat sudah kita layangkan ke kantor pusat. Jadi kita harus menunggu surat dari Bank Bengkulu pusat,” ungkap Ijal, sapaan akrabnya.

Menariknya, saat ditanya kapan nasabah tersebut melihat rekaman CCTV di Bank Bengkulu, Ijal mengaku tak mengetahui kapan waktunya. Dan terkait prosedur, apakah sang nasabah telah untuk melihat rekaman CCTV sudah dijalankan, Ijal pun mengaku tidak tahu, yang mana jika dilakukan surat tersebut pastinya akan sampai kepadanya selaku Kepala Cabang di Bank tersebut.

“Terkait hal tersebut, Saya tidak tahu,” singkat Ijal sembari berlalu meninggal awak media yang tengah melakukan konfirmasi. [Traaf]

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

Recent News