RSUD LEBONG

Siang Bolong, Kades Digerebek Ngamar Bareng Istri Tetangga

Foto : Ilustrasi/net
Foto : Ilustrasi/net

Bengkulusatu.co.id, Bengkulu Utara – Seorang oknum Kepala Desa Tanjung Aur Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara inisial Ah, digerebek bersama wanita yang merupakan istri dari pria inisial Su, yang tak lain adalah warga desanya sendiri. Ah digerebek pada Selasa (21/4/2020) oleh Su bersama 4 warga desa lainnya.

Aksi penggerebekan terjadi di salah satu hotel di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah pada siang sekira pukul 11.00 WIB.

Aksi penggerebekan tersebut sempat membuat heboh para penghuni hotel dan sempat dimediasi.

Akibat penggerebekan itu, warga desa menuntut Sh mundur dari jabatannya karena dianggap tidak memberi contoh yang baik bagi warganya.

Ketua BPD Kanto, dikonfirmasi awak media, tidak menampik kejadian itu. Ia pun mengakui sudah mendapatkan desakan dari masyarakat, agar dapat menurunkan jabatan kades dari jabatannya. Hal ini, jelas membuat Kanto terpaksa mengambil langkah cepat dengan mengumpulkan para tokoh di desa, mulai dari tokoh agama hingga tokoh adat serta 4 anggota BPD lainnya.

“Kami sudah sepakat, sesuai tuntutan masyarakat, agar menyikapi soal kades. Namun, hingga saat ini masih dalam proses, dikarenakan oknum kades belum kembali ke desa alias kabur. Kalau kami, selaku BPD akan melakukan musyawarah internal,” ujarnya.

Disisi lain, Imam desa yang juga dikonfirmasi pihaknya juga tidak bisa menyangkal permintaan masyarakat desa Tanjung Aur. Karena, kejadian ini jelas sudah melanggar norma-norma agama, dan juga telah melanggar norma hukum, yang semestinya dijauhi untuk seorang pemimpin di desa.

“Iya, kalau kami sifatnya mengikuti apa yang menjadi semestinya. Jika memang, apa yang sudah seharusnya dilakukan kades untuk mundur secara-baik-baik, itu mungkin jalan terbaik, ketimbang harus dipermalukan lagi oleh masyarakat,” imbuh Imam.

Disisi lain, Camat Air Padang Heri Zulvana ketika dikonfirmasi, pihaknya juga telah menerima informasi dan laporan serta hasil rapat pihak BPD dan para tokoh di desa, menyangkut kejadian memalukan yang dilakukan oleh oknum Kades Tanjung Aur. Yang telah, melakukan perbuatan melanggar norma agama dan hukum, lantaran berselingkuh dengan salah satu istri dari warganya.

Saat ini, kami akan menindaklanjutinya, dengan mengumpulkan para tokoh di desa tersebut di Kecamatan untuk dilakukan musyawarah kekeluargaan. Namun, jika hal ini tidak menemui kata sepakat nanti, akan diteruskan ke Bupati. Selanjutnya, merupakan kewenangan bupati untuk mengambil kebijakan tegas atas apa yang sudah dilakukan oleh oknum kades ini.

“Kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena masyarakat desa Tanjung Aur sudah bulat tidak menginginkan dipimpin oleh Sh, atas ulah bejat yang telah dilakukannya. Saat ini, kami masih menunggu mendinginkan suasana, jika suasana sudah kondusif, kami akan mengadakan pertemuan untuk mengambil sikap atas jabatan kades ini,” singkat Camat.

Membenarkan hal ini, Oknum Kades Tanjung Aur Sh kepada awak media, mengakui semua kejadian atas kesalahan yang ia perbuat. Saat ini, dirinya mengaku menyesal, karena apa yang sudah dilakukannya jelas telah melanggar norma hukum dan agama, yang semestinya dijunjung tinggi oleh pemangku pimpinan seperti dirinya. Ia pun, saat ini hanya bisa pasrah dan akan menerima konsekwensi yang akan dijatuhi terhadapnya. Karena menurutnya, dirinya saat ini sudah hancur dan tidak lagi bisa menahan rasa malu.

“Saya sudah malu sekali pak, dan saya sudah benar-benar hancur. Mulai dari pekerjaan saya, dan amanah yang diemban hingga keluarga saya sudah hancur. Ini setelah saya diusir oleh anak saya sendiri, hanya untuk menumpang menenangkan diri atas masalah ini. Malah, anak saya saat ini, mengharapkan agar saya mati cepat,” curhat Kades.

Disinggung, bagaimana bisa kejadian ini terjadi. Kemudian, seperti apa kejadian ini bisa terjadi, ia pun tidka bisa lagi menjelaskan, karena dengan kondisinya yang shock berat, ditambah lagi tekanan atas jabatan yang diamanahkannya, termasuk juga ini akan diketahui seluruh masyarakat.

“Saya tidak bisa lagi berkata-kata dek, saya menyesal sekali dan saya tidak bisa lagi menjelaskan apa apa,” demikian Kades. [red]

Sumber: Rubriknews.com

 

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07

Recent News