Tanpa Hibah, Kades Turan Tiging Diduga Ngotot Bangun Lapangan Futsal Di Lahan BUMN

Pembangunan pagar lapangan futsal bersumber dari DD TA 2019/ dok net
Pembangunan pagar lapangan futsal bersumber dari DD TA 2019/ dok net

BENGKULUSATU.co.id, Lebong – Kepala Desa (Kades) Turan Tiging, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong berinisial DM diduga langgar aturan dalam menjalankan pembangunan menggunakan Dana Desa (DD) di desa tersebut. Pasalnya, salah satu bangunan permanen berupa lapangan futsal di desa tersebut dibangun tanpa adanya surat hibah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini PLTA Tes selaku pemilik lahan.

Kades pun pun diduga ngotot membangun sarana olahraga tersebut dengan hanya bermodal surat pinjam pakai. Kendati telah berulang kali diingatkan oleh pihak pendamping desa dan pihak kecamatan jika hal tersebut salah.

Tak tanggung-tanggung, pembangunan tersebut telah dilakukan Kades secara bertahap sejak tahun 2017 hingga 2019. Dimulai dari perataan lahan, dilanjutkan pondasi dan pengecoran lapangan, kemudian pagar lapangan futsal.

Hal ini pun sudah menjadi sorotan berbagai pihak, bahkan pihak Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebong pun telah meminta Camat Lebong Selatan untuk segera membuat laporan tertulis terkait hal tersebut.

Mantan Camat Lebong Selatan, Yasir Hadibroto SE yang menjabat ketika itu mengaku, bahwa pihaknya bersama unsur lainnya di kecamatan tersebut telah mengingatkan dan meminta pihak Pemdes Turang Tiging untuk terlebih dahulu menyertakan/melengkapi bukti legalitas formal status lahan tersebut. Bahkan di setiap kesempatan pun diingatkan.

“Sebelumnya sudah diingatkan, namun sampai saat ini belum juga diurus. Bisa dibilang ngeyel,” ungkap Yasir, Senin (27/1/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDSos) Kabupaten Lebong, Reko Haryanto, S.Sos menyayangkan tindakan yang dilakukan Kades tersebut. Dia pun akan segera menindaklanjuti hal tersebut dengan pihak kecamatan setempat.

“Itu jelas menyalahi dan menyimpang dari aturan dan ketentuan. Kita minta camat sebagai kepala wilayah kecamatan untuk segera menyikapi temuan itu. Karena itu dibangun dengan uang negara dan nantinya akan dicatat sebagai aset desa. Bagaimana akan dicatat sebagai aset desa jika lahan bukan milik desa atau didapat dari hibah untuk desa,” kata Reko.

Perlu didlketahui, sebelumnya, Kapolsek Lebong Selatan AKP. L Naibaho, SH pada rapat kordinasi Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga telah mengingatkan Kades agar mengurus surat hibah lahan lapangan futsal yang telah dibangun tersebut. [Traaf]

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1

Recent News

Gubernur Yang Dinanti