spanduk Tahapan Kampanye

Kadis PMD Provinsi Bengkulu Jadi Tersangka Proyek 5,4 Miliar

Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak
Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak

Bengkulusatu.co.id – Tampaknya perkara kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pasar Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak, di Desa Pelabuhan Talang Leak, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong kian menemukan titik terang. Bahkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong pun telah menetapkan dua tersangka pengerjaan proyek senilai Rp. 5,4 Miliar yang bersumber dari APBN TA 2018 tersebut.

Tersangka pertama yakni Mantan Kepala Diskoperindag UKM Kabupaten Lebong berinisial SY, yang kini diketahui menjabat sebagai Kadis PMD Provinsi Bengkulu. Ditetapkan tersangka lantaran beliau merupakan PA dari proyek pasar rakyat tersebut. Tersangka kedua berinisial RF yang merupakan Kontraktor PT Awoh Ing Karya.

“Memang benar, Pidsus Kejari Lebong sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak,” sampai Kepala Kejari Lebong Fadil Regan melalui Kasi Intel Imam Hidayat kepada, Kamis (17/9/2020) sore.

Penetapan kedua tersangka tersebut, lanjut Imam, berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara oleh tim ahli dari BPKP sekitar Rp. 393 juta. Kasus itu sendiri dilakukan penyelidikan, berdasarkan hasil temuan tim Kejari Lebong.

“Kasus ini bukan laporan, tapi temuan tim Kejari Lebong. Karena sebelumnya memang sudah masuk pantauan kita,” ucap Imam.

Ketika ditanya apakah akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak tersebut, Imam menyebutkan hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Semua itu juga sembari melihat hasil perkembangan penyelidikan tim Pidsus.

“Masih didalami, untuk sejauh ini baru dua tersangka,” demikian Imam.

Salah satu tersangka RF pun sempat terpantau mendatangi kantor Kejari Lebong. Dan ia pun mengaku kedatangannya tersebut untuk pemeriksaan.

“Iya diperiksa sebagai tersangka, tanya pihak Kejari Lebong aja,” singkatnya, Kamis (17/9/2020).

Untuk diketahui, sprint lid pidsus Kejari Lebong kasus ini diterbitkan pada Juni 2020 lalu. Hanya butuh empat bulan, tepatnya tanggal 7 September 2020, Kejari Lebong sudah menetapkan tersangka untuk kedua orang tersebut.

Terbilang cepat jika dibandingkan penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rest Area Bdan kileak milik DPKPP Provinsi Bengkulu TA 2018, sebelumnya juga disinyalir terdapat kekurangan fisik. Setelah proses lid intel dan dik Intel Kejari Lebong, Kemudian masuk lid Pidsus, kasus tersebut bisa dikatakan selesai, dengan kesepakatan DPKPP dan kontraktor pelaksana melakukan perbaikan fisik yang terindikasi merugikan negara tersebut. [Traaf]

RSUD LEBONG

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1

Recent News