Gema Knalpot di Malam Takbiran

Rabu, 5 Juni 2019 | 12:15 am | 293 Views

BENGKULU SATU – Alhamdulillah, hari raya idul fitri pun tiba. Semua orang (umat muslim) pun bersuka cita, gema takbir pun berkumandang di masjid-masjid baik di desa ataupun di kota.

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Yang artinya :
“Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”

Ada berbagai cara masyarakat dalam merayakan rasa suka cita pada malam takbiran menjelang idul fitri ini, ada yang takbir di dalam masjid, ada yang takbir sambil menggekar pawai obor, ada juga takbir dilakukan dengan cara berkeliling/berkonvoi dengan menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Namun ada pemandangan menarik untuk opsi terakhir tersebut (takbir keliling), dimana lafaz takbir hanya diucapkan oleh segelintir orang saja, bahkan suara takbir dalam konvoi tersebut nyaris tak terdengar diganti dengan deru bisingnya suara knalpot dan klakson kendaraan yang memang dengan sengaja dimainkan.

Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang merasa terganggu oleh aksi membunyikan knalpot dan klakson ini. Bahkan, terkadang sumpah serapah pun tak sengaja terucap, karena hal tersebut cukup mengganggu masyarakat lainnya yang tengah meresapi lantunan merdu suara takbir.

Mungkin, beda dulu beda sekarang. Dahulu dimana takbir keliling dilakukan dengan berkonvoi begitu terdengar gema takbirnya, karena setiap kendaraan di lengkapi pengeras suara dan bedug atau alat tabuh lainnya. Dengan suka cita, bedug dibunyikan sambil mengumandang lafaz takbir.

Beda dulu beda sekarang, kini gema takbir hanya ada di masjid-masjid saja dan itupun hanya segelintir saja masyarakat yang bertakbir di sana. Sedangkan, dahulunya masyarakat beramai-ramai ke masjid untuk bertakbir.

Beda dulu beda sekarang, banyak masyarakat atau lebih dominan anak muda, lebih memilih membunyikan knalpot dan klakson kendaraannya daripada melafazkan takbir, yang jelas maknanya adalah mengagungkan Allah SWT.

Sudahlah, beginilah cerita kini, mungkin cerita takbiran pada malam idul fitri di kemudian hari akan beda lagi. Baiknya kini kita saling memaafkan di hari yang fitri ini, agar hati kita kembali suci.

Serta marilah kita berjabat tangan sambil mengucapkan, “Taqabbalallahu minna waminkum” (Semoga Allah SWT menerima amalan puasa saya dan kamu).

“ja’ alanallahu minal aidin wal faizin” (Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali fitrah dan orang yang mendapat kemenangan).

Ini hanyalah buah pikir dari penulis, jangan diambil hati. Untuk itu, dari lubuk hati terdalam “mohon maaf lahir dan batin”. [Traaf]

Related Post

Leave a Reply