RSUD LEBONG

Kerusakan Lingkungan dan Kebijakan Pemerintah

Gambar : ilutrasi/net
Gambar : ilutrasi/net

 

Oleh : Yannita Wijaya Mahasiswa PSDAL Universitas Bengkulu

Pengetian lingkungan hidup berdasarkan Undang – undang Nomor 32 Tahun 2009 adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Dinas Lingkungan Hidup yang ada di masing – masing provinsi merupakan badan yang mempunyai fungsi strategis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutkan sesuai dengan amanat yang tertulis pada Undang – Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup serta pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Kebijakan yang berdasarkan otonomi daerah mendasari perkembangan pembangunan di daerah – daerah. Aktivitas pembangunan yang dilakukan selalu menimbulkan dampak baik dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Kebanyakan pembangunan yang dilakukan lebih berorientasi pada ekonomi tidak memperhatikan lingkungan. Pendirian pabrik, pembukaan hutan untuk perkebunan dan pertambangan yang berorientasi demi meningkatkan perekonomian rakyat yang melupakan aspek lingkungan yang seharusnya tetap dijaga kelestariannya. Pencemaran yang terjadi bisa berupa pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah. Salah satu contoh pencemaran air sungai akibat perkembangan pembangunan yang menyebabkan pertambahan penduduk yang membangun pemukiman di daerah sepandan sungai yang menyebabkan air sungai terkontaminasi dengan limbah domestik rumah tangga selain limbah pabrik dan pertambangan yang juga dialirkan ke sungai.

Tanggung jawab dalam pengelolahan lingkungan hidup ini tidak diserahkan pada perorangan tetapi pada pemerintah yang membawa konsekuensi terhadap kelembagaan dan kewenangan bagi pemerintah untuk melakukan pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari Hukum Administrasi. Sehubungan dengan hal tersebut maka oleh pemerintah disusunlah beberapa kebijakan – kebijakan lingkungan hidup. Analisis kebijakan terhadap lingkungan hidup menjadi sangat penting dan memiliki nilai yang sangat stategis. Kebijakan ini digunakan oleh para aparat untuk mengukur kinerja aparat sebagai kegiatan evaluasi keberhasilan dan kegagalan pencapaian kinerja mereka. Banyak sudah kebijakan lingkungan hidup yang telah di buat pemerintah pusat maupun daerah, antara lain undang – undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup, peraturan pemerintah nomor 46 tahun 2017 tentang intrument ekonomi lingkungan hidup, peraturan daerah dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan baku mutu air limbah, air sungai serta baku mutu kerusakan lainnya, undang – undang otonomi daerah.

Kebijakan yang perlu diambil dalam upaya Penanggulangan Kerusakan Lingkungan, diantaranya yaitu:

a. Pemerintah harus lebih selektif dalam menerbitkan surat izin dalam pendirian pabrik dan pembukaan lokasi pertambangan dengan pemeriksaan dokumen AMDAL sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang yang berlaku dan juga memperhatikan penangulangan limbah industri yang harus diolah terlebih dahulu pada Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan serta menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk yang bertujuan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.

b. Memoratoium pengalihan fungsi lahan yang diiringi dengan penegasan hukuman bagi yang melanggar. Untuk menjalankan proses tersebut program intensifikasi lahan pertanian, khususnya sawah, harus segera ditingkatkan dengan memberi stimulan untuk menghindari alih fungsi lahan sawah sebagai basis ketahanan pangan daerah.

c. Memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menggerakkan peran masyarakat tentang akibat membuang sampah ke sungai atau selokan yang akan meyebabkan aliran air terhambat sehingga menyebabkan banjir pada musim hujan, penumpukan dan pembusuk sampah menimbulkan bau tidak sedap dan juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik yang selanjutnya sampah organik tersebut ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat karena indonesia termasuk penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia.

d. Pencemaran udara akibat buangan pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik dapat diminimalisir dengan mengurangi pemakaian bahan bakar yang berasal dari fosil tetapi hal ini masih dalam proses penelitian oleh para meneliti untuk menciptakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, seperti bahan bakar dari minyak yang berasal dari tumbuhan dan kendaraan berenergi listrik. Selain itu, perlu dilakukan usaha untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi dengan cara pemeriksaan emisi udara yang berasal dari buangan knalpot kendaraan bermotor yang masih dibawah baku mutu emisi.

e. Hanya tumbuhan yang mampu menyerap CO2 di udara untuk melakukan fotosintesis yang menhasilkan O2. Adanya jalur hijau dan hutan kota diharapkan dapat mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor dan asap pabrik.

f. Pada bidang pertanian perlu ditingkatkan peran penyuluh dalam memberikan informasi dampak negatif pemberian pupuk kimia yang dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman, jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan secara kimia (air jika masuk ke perairan ) juga dapat meyebabkan pencemaran secara biologis yaitu musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan organisme lain sehingga memutus salah satu rantai makanan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman. Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.

Dalam implementasinya di kehidupan sehari – hari upaya dan kebijakan – kebijakan ini telah dilakukan tetapi belum optimal karena dampak pencemaran lingkungan masih saja dapat mudah kita temui dan rasakan di kehidupan kita sehari – hari. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kepedulian, kesadaran serta etika lingkungan yang dimiliki masyarakat kita akan pentingnya memelihara kelestarian lingkungan untuk masa depan kita nantinya. Dengan demikian hendaklah kita sama – sama menjaga kelestarian lingkungan kita agar kita dan generasi kita yang akan datang agar tetap bisa menikmati hasil bumi demi kelangsungan hidup.

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07

Recent News