Memahami “Rambu – Rambu Tsunami” Di Provinsi Bengkulu

rambu tsunami

Oleh
Marelia A.P Saputri1,2
1. PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Geofisika Kepahiang Bengkulu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
2. Mahasiswa Pascasarjana PSDAL Universitas Bengkulu

I. Pendahulan

Pada 2018 yang lalu, Indonesia kembali mengalami bencana gempabumi dan tsunami yang melanda wilayah Lombok dan Palu. Kejadian ini tentunya menyebabkan korban jiwa, kerugian material, dan rusaknya infrastruktur serta objek – objek vital lainnya. Pada 2019, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) merilis peringatan dini tsunami di wilayah Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Banten. BMKG merilis peringatan dini tsunami pada wilayah tersebut karena adanya gempabumi yang berpotensi menyebabkan tsunami. Kejadian gempabumi dan tsunami di Indonesia bukanlah hal baru, sebab lokasi Indonesia yang berada pada zona pertemuan lempeng bumi dan luasnya wilayah pesisir Indonesia yang berhadapan langsung dengan zona tersebut, menyebabkan masyarakatnya harus hidup “berdampingan” dengan bencana gempabumi dan tsunami.

Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang termasuk dalam wilayah yang rawan terhadap kejadian bencana tsunami. Hal ini disebabkan karena kondisi geografis Bengkulu, dimana wilayah pesisirnya berhadapan langsung dengan zona pertemuan lempeng yang berpotensi terjadi gempabumi dan tsunami. Kerawanan Provinsi Bengkulu terhadap bencana gempabumi dan tsunami tidak dapat dihindari, namun ada upaya – upaya mitigasi bencana yang perlu dibangun di masyarakat guna menjadikan masyarakat siap siaga bencana.

Upaya mitigasi terhadap bencana tsunami yang dapat dilakukan diantaranya yaitu mengenalkan tsunami kepada masyarakat baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Dapat juga dilakukan melalui tulisan – tulisan di media cetak ataupun online yang memudahkan pemahaman masyarakat terhadap bencana tsunami. Penyampaian informasi tsunami kepada publik juga dapat dilakukan melalui rambu – rambu tsunami. Oleh karena itu perlu adanya informasi yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan rambu – rambu tsunami.

II. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa jepang, “Tsu” artinya pelabuhan dan “Nami” yang berarti gelombang. Tsunami yaitu gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif di laut (BMKG, 2019). Gangguan impulsif yang dapat menyebabkan tsunami diantaranya yaitu gempabumi tektonik, letusan gunung api dasar laut, longsor, dan meteor jatuh.

Tidak semua gempabumi tektonik dapat memicu terjadinya tsunami, ada beberapa karakteristik dari gempabumi tektonik yang dapat berpotensi terjadi tsunami. Ciri – ciri gempabumi tektonik yang menyebabkan tsunami (BMKG, 2019):
1. Lokasi epicenter gempa berada di laut
2. Kedalaman gempa dangkal, kurang dari 70 km
3. Magnitudo / keekuatan gempa lebih dari M. 7
4. Gempabumi memiliki mekanisme sesar naik dan turun.

Karakteristik gelombang tsunami juga memiliki perbedaan dengan gelombang tinggi yang disebabkan pasang surut air laut. Gelombang tsunami memiliki panjang gelombang 100 – 200 km bahkan lebih, periode gelombang 10 hingga 60 km, tinggi gelombang dapat mencapai puluhan hingga ratusan meter, kecepatan gelombang tsunami bergantung dengan kedalaman laut, dan warna dari gelombang tsunami keruh karena adanya pergerakan masa air dari dasar hingga permukaan laut (BMKG, 2019).

Gambar 1. Potensi Tsunami di Indonesia (BMKG, 2019)

 

Di Indonesia yang hampir seluruh wilayahnya rawan terjadi tsunami, pada beberapa kawasan pesisir Indonesia waktu tiba gelombang tsunami dapat kurang dari 5 menit (Gambar 1). Perlu dipahami bahwa gelombang pertama tsunami yang datang bukan yang terbesar karena gelombang tsunami adalah serangkaian gelombang. Gelombang tsunami juga memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga mampu merusak bangunan. Adanya topografi seperti teluk dapat meningkatan ukuran dari gelombang tsunami (Anugrah, 2019).

III. Rambu Tsunami Bagi Masyarakat

Rambu – rambu tsunami merupakan rambu – rambu yang memberikan informasi kepada publik yang berkaitan dengan tsunami. Tujuan adanya rambu tsunami yaitu memberikan informasi dasar yang berkaitan dengan bahaya tsunami dan petunjuk aman tsunami, selain itu rambu tsunami juga bertujuan sebagai monument tsunami guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat (Anugrah, 2019). Rambu tsunami banyak ditemukan dalam bentuk papan – papan yang memuat informasi berkaitan dengan tsunami.

Rambu tsunami meliputi zona evakuasi, papan informasi, jalur evakuasi, daerah aman evakuasi, dampak kejadian masa lalu. Guna mencapai pendidikan tsunami yang efektif kepada masyarakat, maka rambu tsunami yang penting yaitu zona evakuasi, papan informasi, dan jalur evakuasi tsunami (Anugrah, 2019). Di Provinsi Bengkulu, rambu tsunami belum seluruhnya tersedia secara merata di kawasan pesisir Bengkulu, padahal 7 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu memiliki tingkat kerawanan yang terhadap bencana tsunami. Berikut beberapa rambu – rambu tsunami yang ada di Provinsi Bengkulu :

Gambar 1 merupakan rambu tsunami yang termasuk dalam kategori jalur evakuasi. Papan ini berguna untuk menunjukkan arah dilakukannya evakuasi untuk masyarakat saat terjadi bencana tsunami. Informasi publik yang perlu dimuat dalam papan jalur evakuasi antara lain yaitu arah untuk melakukan evakuasi yang disimbolkan oleh model papan dan gambar arah berlari.

Gambar 1. Papan Arah Evakuasi di Pantai Jakat Bengkulu (Marelia, 2019)

Papan titik kumpul seperti gambar 2 termasuk dalam rambu tsunami pada kategori daerah aman evakuasi. Papan titik kumpul digunakan sebagai penanda lokasi yang dijadikan lokasi berkumpul ketika terjadi bencana. Tempat berkumpul berupa tanah lapang untuk meminimalisir efek dari runtuhan bangunan dan terletak pada tempat yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk lokasi evakuasi tsunami.

(a)

 

Gambar 2a,b. Papan Lokasi Titik Kumpul di Kota Bengkulu (a.Okezone, 2013 b. Pambudi, 2013)

Rambu tsunami yang ada seperti gambar 1 dan 2a,b diharapkan mampu membantu masyarakat untuk memahami risiko dan respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana tsunami. Secara ideal, rambu tsunami harus ditempatkan di area publik dan tidak terhalang agar mudah dilihat dan dibaca oleh masyarakat. Peninjauan berkala atas isi papan informasi tsunami perlu dilakukan setiap tahunnya. Namun, fakta yang ada di Provinsi Bengkulu beberapa titik lokasi rambu tsunami seperti papan jalur evakuasi tertutup oleh bangunan semi permanen warga, sehingga rambu tersebut terhalang.

IV. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan :
1. Rambu tsunami merupakan rambu – rambu yang memberikan informasi kepada publik yang berkaitan dengan tsunami
2. Rambu tsunami yang penting yaitu zona evakuasi, papan informasi, dan jalur evakuasi tsunami
3. Rambu tsunami diletakkan pada area publik dan perlu dilakukan peninjauan berkala setiap tahunnya
4. Rambu tsunami di Provinsi Bengkulu masih terbatas dan belum merata di seluruh wilayah pesisir serta di beberapa lokasi rambu tersebut terhalang bangunan warga.

Saran:
1. Pemerintah daerah bersama dengan instansi terkait untuk dapat segera saling bersinergi dalam upaya memberikan informasi kepada publik berkaitan dengan tsunami melalui pemasangan dan perawatan rambu – rambu tsunami.
2. Perlu dilakukannya kepada masyarakat sekitar lokasi pemasangan rambu – rambu tsunami
3. Penegekan hukum yang tegas terkait pelanggaran – pelanggaran perusakan terhadap rambu – rambu tsunami
4. Masyarakat dapat lebih meningkatkan kesiap siagaan dan pengetahuan secara mandiri terkait tsunami melalui pehaman informasi yang dimuat dalam rambu tsunami

DAFTAR PUSTAKA

Anugrah, S.D. 2019. Ragam Informasi Tsunami Publik. Diklat Online Peta Evakuasi Tsunami. Jakarta
BMKG. 2019. Apa itu Tsunami. http://inatews2.bmkg.go.id/new/tentang_tsunami.php (4 Februari 2020)
Okezone. 2013. Bengkulu Masuk Zona Merah Bencana, Jalur Evakuasi Untuk Ribuan Orang Dibuka. https://news.okezone.com/read/2019/08/12/340/2091079/ bengkulu-masuk-zona-merah -bencana-jalur-evakuasi-untuk-ribuan-orang-dibuka (4 Februari 2020)
Pambudi. 2013. Pesisir Selatan Butuh 16 Ruas Jalur Evakuasi. https://bengkulu.antaranews.com/berita/14156/pesisir-selatan-butuh-16-ruas-jalur-evakuasi (4 Februari 2020)

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1

Recent News

Gubernur Yang Dinanti