RSUD LEBONG

Menakar Kompetensi Tenaga Pendidik

IMG-20200518-WA0016

Oleh: Lanai Damkuba

Indonesia merupakan salah satu negara maritim terbesar didunia dengan jumlah penduduk sekitar 267,7 juta, selain itu indonesia juga merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam.
Namun sayangnya sumber daya yang ada belum bisa diikelola dengan baik oleh bangsa indonesia sendiri.

Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah karena kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, yang dapat memanfaatkan sumber daya yang ada diindonesia.

Sehinga kita bisa melihat bahwa dibeberapa sektor pengelolaan sumber daya kita masih melibatkan pihak asing dalam pengelolaan nya seperti industri pertambangan batubara,emas dan beberapa industri lainya yang dikelola pihak asing.

Lemahnya kualitas sumber daya manusia di indonesia tidak terlepas dari kualitas pendidikan yang dinilai belum begitu baik.

Saat ini peringkat pendidikan indonesia berdasarkan programme for international student assessment (PISA) berada pada posisi 72 dari 77 negara, tentunya hal ini menjadi keprihatinan bagi kita semua.
Adapun beberapa hal yang menjadi kendala didunia pendidikan indonesia saat ini diantaranya:

Siswa yang Bermental buruk

kerap kali muncul persoalan didunia pendidikan di indonesia contohnya saja rendahnya minat membaca, buliying dilingkungan sekolah,diskriminasi , dan juga menyontek saat ujian.

Pertanyaan yang kemudian timbul mengapa banyak siswa yang menyontek saat ujian..? ternyata dalam dunia pendidikan nilai jauh lebih dihargai dibandingkan kejujuran dan juga regulasi yang membelengu, sehinga hampir semua aspirasi yang disampaikan oleh siswa terkait dengan beberapa hal yang mereka rasa perlu diperjuanagkan namun telah menutup kemungkinan bagi mereka untuk menyuarakan beberapa tuntutan-tuntutan yang menjadi hak nya mereka.

Padahal itu dijamin oleh ketentuan peraturan perundang-undang sebagaimana ketentuan UU no 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak , pasal 10 yang menyatakan bahwa “setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya sesuai demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesuliaan dan kepatutan.

ternyata dunia pendidikan kita secara tidak langsung juga telah mengajarkan siswa-siswi nya untuk jadi orang-orang yang munafik dan mengesampingkann nilai kejujuran serta senantiasa bertindak otoriter dan bersikap egois tidak menghargai pendaapat orang lain.
Dan hal ini tentunya menjadi cikal bakal lahirnya calon pemimpin bermental buruk ,tidak bertangung jawab karena tidak dibekali dengan mental yang baik.

Regulasi yang keliru dan menyesatkan

Selain itu pihak sekolah juga kerap kali menetapkan aturan-aturan yang pemberian sanksi nya tidak bersifat mendidik dan juga bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Contohnya saja melarang siswa membawa handphone tanpa izin dan ketika aturan tersebut dilangar maka pihak sekolah menjatuhkan sanksi berupa perampasan terhadap handphone tersebut.

Padahal kalau berbicara mengenai tindakan refresif berupa penyitaan maka dalam hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada diinidonesia yang punya kewenangan melakukan penyitaan hanyalah pennyidik dalam hal penyidikan sebagaimana yang diatur dalam pasal 38 ayat 1 KUHAP.
Itu artinya tindakan yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut merupakan perbuatan melawan hukum dan tidak dapat dibenarkan.

Namun sayangnya praktek semacam ini masih saja berkembang dibeberapa lembaga pendidikan seperti: SD, SMP, dan SMA sederajat.

Seharusnya pihak sekolah dalam rangka meningkatkan disiplin siswa memberikan hukuman yang lebih mendidik dan juga tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang telah ada serta dapat dipertanggungjawabkan.

Metode pembelajaran yang membosankan

Metode pembelajaran yang tidak kreatif dan membosankan serta tidak sesuai dengan perkembangan zaman bersifat kaku dan sulit dicerna oleh akal sehat siswa milenial.

Dengan hal ini tentunya dapat menurunkan semangat belajar siswa untuk mengapai cita-cita karena mereka tidak ditempah dengan baik untuk menjadi generasi ungul kebangaan indonesia.

Berangkat dari ke tiga persoalan itu perlu sekali rasanya untuk meningkatkan standar mutu dan juga kualitas tenaga pendidik yang ada diinonesia dalam mereatirekrut tenata pendidik.
Dengan menetapkan standar-standar tertentu seperti tingkat kreatitas,kemampuan berinovasi,skill,pemahaman, serta kemampuan berinteraksi yang baik dengan siswa.

Tentunya hal ini semata-mata ditujukan agar tenaga pendidik yang nantinya mengabdi untuk kemajuan pendidikan di indonesia merupakan tenaga pendidik yang handal dan berkompeten sehinga siap untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

Serta mampu melahirkan para pemimpin yang bertangung jawab dan bermoral agar dapat melanjutkan perjuangan bangsa indonesia untuk tetap menjaga eskistensi bangsa indonesia sebagai sebuah bangsa yang besar, bangsa yang mampu berdiri diatas kaki sendiri, guna melasanakan amanah kontitusi pembukaan UUD tahun 1945 aliniea ke empat yakni memajukan kesejatraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Karena nelson mandela pernah mengatakan “pendidikan adalah senjata ampuh untuk mengubah dunia” hal ini menandakan sebegitu pentingnya sektor pendidikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.

Selain itu pemerintah, dinas pendidikan dan juga para pihak terkait diharapkan untuk dapat lebih intensif dalam melakukan peninjuan dan juga pengawasan terhadap berbagai regulasi yang diterapkan di lembaga pendidikan agar jangan sampai bertentang dengan peraturan perundang-undang dan juga menisbihkan hak-hak siswa.

 

Bengkulusatu.co.id

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-05-22 at 09.56.07
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News