RSUD LEBONG

Husni Thamrin Ditahan, Ketua DPW Nasdem Bengkulu: Mengundurkan Diri Atau Diberhentikan

Husni Thamrin Ditahan, Ketua DPW Nasdem Bengkulu: Mengundurkan Diri Atau Diberhentikan

BENGKULU SATU — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Seluma yang juga merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Seluma, Husni Thamrin telah resmi ditahan di Mapolda Bengkulu sejak Selasa (28/8/2018) kemarin.

Penahanan tersebut diduga lantaran tersandung kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) pada kegiatan peningkatan Jalan Nanti Agung-Dusun Baru Kabupaten Seluma pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Seluma Tahun Anggaran (TA) 2013 dengan nilai kontrak Rp. 1.264.057.000.

Dengan ditahannya Ketua Partai Nasdem Seluma tersebut tentunya memberikan dampak langsung bagi partai Nasdem di Seluma. Saat dikonfirmasi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, Dedi Ermansyah mengatakan bahwa Partai Nasdem akan mengambil sikap tegas pada Husni Thamrin yakni mengundurkan diri atau diberhentikan.

“Kalau dari partai NasDem itu sudah jelas bahwa apabila ada anggota kita yang tersangka, apalagi terkait kasus korupsi pihak partai mengambil sikap, mengundurkan diri atau di berhentikan. Itu jelas, jangan kan di daerah dipusat pun demikian karena kita diamanahkan untuk menjaga nama baik partai,” tegas Dedi, Rabu (29/8/2018).

Lanjut Dedi, mengingat saat ini telah memasuki tahun politik, partai Nasdem secepatnya akan menunjuk pelaksana tugas untuk menggantikan posisi Ketua DPD Nasdem Seluma, dan DPW Nasdem Bengkulu pun segera berkoordinasi dengan DPP Nasdem.

“Karena saat ini masih ada tahapan Pilkada yaitu pileg yang harus di selesaikan oleh partai politik kepada KPU  tentu ini akan menjadi tanggung jawab Pelaksana tugas. Karena bagaimanapun beliau ini di tahan jadi tidak bisa melaksanakan tugas tugas partai, apalagi ini memasuki tahun politik,” ujar Dedi.

Dedi pun menjelaskan dirinya akan ke DPP Nasdem untuk melaporkan perihal penahanan tersebut, serta meminta petunjuk terkait adanya kader partai Nasdem yang tersandung kasus hukum.

“Jadi di Nasdem itu kalau seandainya kader di kriminalisasi maka ada bantuan hukum, tapi kalau dia diduga kuat dia melakukan maka tidak ada bantuan hukum. Tersangka saja kalau di Nasdem harus mengundurkan diri atau diberhentikan,” tukas Dedi. [Traaf]

Wilzentra Apriza

Media Siber BENGKULUSATU.co.id diterbitkan oleh PT Bengkulu Sekolah Bersama. Akta Nomor 46 Tanggal 26 September 2017. Pengesahan SK Menkumham RI Nomor AHU-0049482.AH.01.01.Tahun 2017

Baca Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Media Siber Bengkulusatu.co.id ~ Sekolah Bersama

LOGO-JMSI-1
WhatsApp Image 2020-08-20 at 20.37.53
Dinkes Kota Bengkulu Covid-19
BPKAD Kota Bengkulu Covid-19

Recent News