Antisipasi Pencemaran Lingkungan, DLH Lebong Bekali Pemilik Heler Olah Limbah Jadi Kompos dan Pakan

Kamis, 26 September 2019 | 12:54 am | 161 Views

BENGKULU SATU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebong menggelar penyuluhan pengendalian polusi dan pencemaran lingkungan kepada ratusan para pemilik penggilingan (heler) padi dan kopi di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Lebong Desa Limaupit, Kecamatan Lebong Sakti, Kamis (26/9/2019). Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari limbah kulit kopi dan kulit padi (sekam) terhadap lingkungan sekitarnya (pemukiman) terutama sungai.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai antisipasi tinggi nya Pencemaran lingkungan, terutama dari limbah sekam padi dan kulit kopi dari penggilingan,” kata Kepala DLH Lebong, Zamhari Bahrun SH MH usai kegiatan tersebut.

Lanjut Zamhari, sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi hal tersebut, dalam kegiatan tersebut para pemilik heler diberikan pembelajaran bahwa limbah tersebut bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis jika diolah dengan baik. Karena dari limbah tersebut dapat dihasilkan pupuk kompos dan juga pakan ternak.

Untuk itu, Zamhari pun menegaskan agar setiap pemilik heler wajib tidak lagi membuang limbah kulit kopi dan sekam ke sungai. Lebih baik dikelolah dengan baik, atau bisa berkoordinasi kepada DLH terkait limbah tersebut, serta mewajibkan pemilik heler mengurus Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

“Bahkan Kebanyakan air sungai di Kabupaten Lebong dari hulu sampai kemuara, tercemar oleh limbah dari penggilingan padi dan kopi. Mulai hari ini kita harapkan wajib dikelola, dijadikan sesuatu yang bermanfaat seperti kompos. Sekaligus ikut mencegah pencemaran lingkungan itu sendiri,”tegasnya.

Diketahui, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 105 pemilik heler padi dan kopi yang ada di Kabupaten Lebong. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply