Bank Bengkulu Uji Coba Aplikasi OPD Non Tunai di Lebong

Selasa, 23 Juli 2019 | 1:09 pm | 253 Views

BENGKULU SATU – Bank Bengkulu melaksanakan sosialisasi uji coba sistem aplikasi OPD Non tunai di Kabupaten Lebong, Selasa (23/7/2019). Hal ini karena, Kabupaten ini dipilih dan dipercaya sebagai pilot project aplikasi OPD Non tunai, dikarenakan sudah banyak transaksi Non tunai sejak 2018 lalu yang diterapkan dan dinilai lebih teratur.

Aplikasi OPD Non tunai merupakan bentuk digital dari transaksi. Sistem aplikasi OPD non tunai tersebut membantu proses kegiatan di Pemerintahan. Terlebih dalam bertransaksi para pegawai tidak perlu bersusah payah untuk langsung datang ke Bank.

Corporate Secretary Bank Bengkulu, Robi Wijaya, SE menjelaskan, dalam proses pemberlakuan aplikasi ini nantinya, terlebih dahulu OPD datang ke Badan Keuangan Daearh (BKD) untuk mengurus syarat hingga menjadi SP2D. Kemudian, langsung dibawa ke Kas Daerah (Kasda) Online untuk dilakukan pembukuan dan di approve oleh pihak Bank. 

Pimpinan Bank Bengkulu bersama Kabid Perbendaharaan dan Kasda serta Kabid Pendapatan BKD Lebong

Kemudian sambung Roby masing-masing OPD bisa melakukan transaksi baik melalui PC Komputer, Laptop maupun Android. Dengan cara bendahara pengeluaran memasukkan kode dan jenis transaksi. Lalu memasukkan nominal kedalam aplikasi OPD Nontunai.

Setelah itu, KPA atau Kepala Dinas yang akan diikat dengan MoU oleh Bank sebagai pemegang akun dan akan melakukan Aproval. Proses tersebut akan tercatat di aplikasi untuk selanjutnya dikabarkan ke pihak Bank.

Diproses pencairan nantinya, oleh pihak Bank langsung kerekening masing-masing sesuai input dari bendahara dan sudah diverifikai kepala OPD atau yang ditunjuk ke dalam MoU dengan menggunakan kartu barcode yang khusus dicetak untuk satu OPD dan hanya discankan di komputer atau android.

“Setelah proses aproval kembali oleh pihak Bank pada aplikasi, maka uang sudah bisa ditarik atau ditransaksi lain melalui Mobile Banking Bank Bengkulu atau ATM,” jelasnya

Roby menambahkan, aplikasi tersebut akan diuji terlebih dahulu di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong. Lalu baru ke seluruh OPD Kabupaten Lebong. Selanjutnya kedepan baru akan dilauncing ke seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.

“Jadi dari uji coba ini, Bank akan memperbaiki sistem kelengkapan yang dibutuhkan bendahara untuk di uji kembali sebelum launching,” jelasnya.

Senada juga dengan yang dikatakan Pimpinan Cabang Bank Bengkulu Muara Aman Kabupaten Lebong (BaBe Maman), Syefrizal Sahpony, SE. MM bahwa untuk tahap awal Kabupaten Lebong merupakan Daerah pertama yang segera memberlakukan dan menerapkan sistem transaksi nontunai dengan aplikasi OPD Nontunai. Meskipun demikian, pihaknya juga berharap Kabupaten/Kota se-Provinsi lainnya segera memberlakukan sistem aplikasi OPD Nontunai untuk mempermudah bertransaksi.

“Jadi, sesuai dengan arahan pak Bupati Lebong sudah kita respon saat ini. Tinggal nanti implementasinya. Kedepan hanya ada beberapa item yang harus kita penuhi dan akan segera kita penuhi,” ujarnya

Kedepan, kata Syafrizal, dengan adanya transaksi non tunai tersebut, kegiatan gaji, tunjangan kinerja, dan lainnya bisa dilakukan melalui aplikasi ini. Pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) dan OPD lain sangat terbantu dengan aplikasi ini. Dalam bertransaksi mereka tidak perlu lagi repot-repot ke Kantor Bank Bengkulu cukup dengan Aplikasi ini dan bisa di download serta dibuka langsung melalui laptop.

“Kalau selama ini kita ke Bank dulu, tentunya hal tersebut sedikit banyaknya bisa mengganggu kelancaran transaksi di BKD dan Pemda Kabupaten lebong ini. Tapi melalui aplikasi ini nanti tentunya membantu dan mempermudah,” bebernya.

Foto bersama usai uji coba aplikasi OPD non tunai

Sementara itu, Kabid Perbendaharaan dan Kasda Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Rapinala, SE, M.Ak mengatakan aplikasi OPD Non Tunai Bank Bengkulu sangat membantu. Terlebih sesuai amanat presiden tentang pencegahan aksi korupsi.

“Dulu kalau bendahara harus datang ke Bank Bengkulu dan langsung ditarik uangnya, tapi melalui aplikasi OPD non tunai ini bisa lebih teratur. Jadi semua transaksi itu kalau sudah ditransfer sudah sah SPJ nya, kalau dulu SPJnya duluan sedangkan uangnya belum dikasih. Tapi sekarang melalui aplikasi ini lebih transparan dan honor-honor tidak ada pemotongan lagi sehingga langsung ditransper, semoga di Kabupaten lain nanti juga segera menerapkan sistem ini,” singkatnya. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply