Bantah Usir Warganya, Kades Ketenong II : Itu Fitnah

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 3:14 am | 454 Views

BENGKULU SATU – Abdul Raub selaku Kepala Desa (Kades) Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong secara tegas membantah adanya tudingan bahwa dirinya telah mengusir salah seorang warganya bernama Suknawati (60). Sebelumnya, Reki warga Ketenong II yang merupakan menantu dari Suknawati mengatakan kepada awak media jika kades telah melakukan hal tak wajar dan mengusir mertuanya tersebut.

Kades menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah mengusir warganya tersebut, bahkan belakangan ini pun dirinya tidak bertemu dengan Suknawati, dan juga tidak tahu kapan Suknawati pergi dari rumah.

“Jadi yang ada dalam berita itu (keterangan Reki, red) adalah fitnah, saya tidak pernah mengusir warga saya,” kata Kades, Jum’at (9/8/2019) di Balai Desa Ketenong II.

Baca juga : Dalih Rumah Bermasalah, Kades Ketenong II Diduga Usir Salah Satu Warganya

Lebih lanjut, Kades pun meceritakan kronologi awal mulah Suknawati bisa mendapatkan dan menempati rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut. Hal tersebut berawal dari rasa iba tehadap Suknawati, yang sebelumnya tinggal bersama anak dan menantunya, karena tidak memiliki rumah.

Mungkin karena mendengar adanya bakal ada bantuan BSPS tersebut, Suknawati pun mengatakan kepada Kades agar dirinya bisa mendapatkan bantuan rumah tersebut. Merasa iba, Kades berinisiatif membantu Suknawati untuk memperoleh bantuan rumah BSPS tersebut.

Dengan menghibahkan tanah milik Regi yang merupakan anak kandungnya dan membangunkan rumah kecil sebagai syarat mendapatkan BSPS tersebut. Dengan perjanjian secara lisan, bahwa Suknawati bisa menempati rumah BSPS tersebut hingga akhir hayatnya. Dan setelah itu rumah tersebut diwariskan kepada AB yang merupakan anak dari Regi (cucu Kades).

“Sertifikat tanah itu atas nama Regi, yang di hibahkan untuk kepada Suknawati. Karena Suknawati tidak punya tanah dan rumah. Saya merasa kasihan kepadanya, lantaran menumpang sama anak dan menantunya. Maka diambil inisiatif dihibahkanlah tanah rumah tersebut,” jelas Kades.

Penampakan rumah BSPS yang ditempati Suknawati du Desa Ketenong II

Terkait akan diwariskannya rumah tersebut kepada AB, sudah disepakati kedua belah pihak yang disaksikan Herman selaku Kasi Pemerintahan desa Ketenong II.

“Pihak Suknawati sudah sepakat waktu itu, bahwa setelah Suknawati meninggal dunia rumah dan tanah tersebut diwariskan kepada AB,” tegas Kades.

Regi yang turut hadir di Balai Desa pun menambahkan, kalau biaya pembangunan rumah dari BSPS tahun 2018 ketika itu sejumlah 12,5 juta rupiah, dan merasa nilai tersebut tidak cukup, maka Regi pun menambahkan uang pribadinya agar rumah tersebut bisa selesai.

“Dalam membangun rumah tersebut, uang saya juga ikut membantu pembangunannya, karena adanya perjanjian tersebut. Tapi Suknawati tetap tinggal di rumah itu hingga akhir hayatnya, dan tak ada kami usir atau pun memperlakukan yang tidak baik padanya,” tambah Regi.

Sementara itu, Camat Pinang Belapis Erwan Toni, meminta kepada Pemdes agar segera menyelesaikan masalah tersebut, dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pembelajaran.

“Kepada Pemdes segera selesaikan masalah ini jangan sampai berlarut-larut. Kita berharap, masalah ini bisa diselesaikan di tingkat desa,” singkat Camat.

Diketahui, Desa Ketenong II pada tahun 2018 mendapatkan bantuan BSPS sebanyak 49 rumah. [Traaf]

 

Related Post

Leave a Reply