Banyak Desa di Lebong Belum Pampangkan Baliho Dana Desa

Rabu, 19 Juni 2019 | 11:26 am | 258 Views

BENGKULU SATU – Sebagian besar Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lebong telah melakukan pencairan Dana Desa tahap pertama tahun 2019, dan bahkan juga telah melaksanakan kegiatan pembangunan di desa. Kendati demikian, terpantau masih banyak kepala desa di Kabupaten Lebong yang belum melaksanakan salah satu kewajiban mereka yakni mengumumkan penggunaan dana desa di desa masing-masing.

Hal ini terlihat di sebagian besar desa di Lebong belum ada terpampangnya baliho pengumuman dana desa tersebut. Padahal ini penting bagi masyarakat desa agar mengetahui besaran dana desa yang diterima oleh desa. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat juga ikut mengawasi, sehingga ada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) Lebong, Reko Hartanto sangat menyayangkan jika benar Kades belum mengumumkan secara rincih penggunaan dana desa tersebut di desa.

“Cukup disayangkan kalau hal itu (pengumuman dana desa, red) belum dilakukan oleh Kades. Apalagi sebagian besar desa telah melakukan pencairan dana desa tahap pertama,” kata Reko saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (15/6/2019) lalu.

Untuk itu, Reko pun mengimbau kepada para Kades di Kabupaten Lebong untuk segera melakukan pengumuman tersebut. Serta meminta Kades memajang pengumuman tersebut di lokasi strategis, disarankan dipinggir jalan raya agar masyarakat desa bisa melihatnya secara jelas.

“Saya mengimbau kepada para Kades di Lebong untuk segera melaksanakan salah satu kewajiban Kades, yakni mengumumkan penggunaan dana desa dengan menggunakan baliho. Agar penggunaan dana desa ini jelas dan transparan,” imbaunya.

Perlu diketahui, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dari jauh hari telah mengingatkan serta mewajibkan tiap desa memampang baliho yang memuat rencana sampai realisasi dana desa.

“Tiap kepala desa wajib menempel baliho yang memuat rencana penggunaan sampai realisasinya supaya masyarakat tahu,” kata Eko beberapa waktu lalu.

Ditegaskannya, langkah ini penting untuk dilakukan agar kepala desa tak bermain-main dalam mengelola dana desa. Bagi yang belum memasang baliho harus ditegur, lantaran itu merupakan satu bentuk pengawasan langsung.

“Tetap harus diawasi, terutama oleh masyarakat di desa itu sendiri, karena yang paling tahu kondisi di desanya adalah masyarakat desa itu sendiri,” tegas Eko. [Traaf]

Related Post

Leave a Reply