Biaya Perawatan Dialihkan ke Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten Lebong Terabaikan

Rabu, 17 Juli 2019 | 4:08 pm | 340 Views

BENGKULU SATU – Jalan yang menghubungkan Kecamatan Uram Jaya – Kecamatan Lebong Sakti tengah mengalami kerusakan dan tertimbun longsor. Jalan dengan julukan “Puncak Rosjonsyah” yang dibangun dengan anggaran senilai 18,6 miliar yang bersumber dari APBD Lebong tahun 2018 ini terkesan terabaikan.

Pasalnya, material longsor yang menutup jalan itu sudah hampir tiga bulan tapi belum juga dibersihkan. Bahkan kondisinya semakin memburuk bukan hanya tertutup timbunan longsor, juga terdapat beberapa titik yang terbis dan nyaris putus. Keadaan ini sudah sangat lama sekali dan terkesan ada pembiaran, namun belum ada tindakan sama sekali dari pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR-Hub Lebong.

Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR Jafri, S.Sos. melalui Kepala Bidang Bina Marga, Dodi Irawan, ST , ketika dikonfirmasi mengakui memang belum ada tindakan sama sekali dari pihaknya, dan hal itu terjadi lantaran pihaknya terkendala pada anggaran.

“Bukannya kami malas atau tidak perduli tapi kami terkendala dianggaran, anggarannya sudah gak ada lagi,”ungkap Dodi, Rabu (17/7/2019).

Ditanya terkait anggaran rutin untuk perawatan jalan tersebut, Dodi mengatakan anggaran tersebut telah dialihkan untuk memperbaiki beberapa titik jalan Provinsi yang rusak tapi dibiarkan saja oleh pihak Pemerintah Provinsi (Bengkulu). Selain itu, anggara tersebut juga digunakan untuk tebas bayang sepanjang jalan utama di daerah Rimbo Pengadang yang semestinya juga menjadi tanggungjawab Provinsi.

“Anggaran rutin untuk perawatan memang ada, tapi sudah habis, anggarannya kami alihkan untuk membenari jalan lintas yang menjadi jalan utama masyarakat Lebong seperti jalan berlobang di depan terminal, di Sukabumi, Taba Anyar dan Air Dingin, yang semestiya menjadi tanggungjawab Provinsi, tapi mereka diam saja. Intinya anggaran rutin untuk perawatan sudah habis untuk jalan Provinsi,”bebernya.

Lanjut Dodi, pihaknya sudah berulang kali koordinasi dengan pihak Provinsi terkait perawatan jalan poros utama Kabupaten Lebong (Jalan Provinsi,red) yang banyak rusak yang semestinya menjadi tanggungjawab Provinsi, tapi sejauh ini diakui oleh Dodi, pihak Provinsi belum ada tindakan sama sekali dan mereka ( DPU Provinsi,red) seolah tutup mata.

“Kami sudah berulang kali menyampaikan kepada pihak PU Provinsi tapi mereka seolah tutup mata, sehingga mengharuskan kami menggunakan anggaran rutin yang ada untuk memperbaiki jalan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan jalan utama masyarakat Lebong, sementara jalan penghubung Kecamatan Lebong Sakti – Uram Jaya hanya jalan alternatif,”ujarnya.

Dikatakan Dodi, pihaknya akan mengusulkan lagi anggaran rutin untuk perawatan jalan tersebut, jika diakomodir maka pihaknya akan segera membereskan longsor tersebut.

“Kita akan usulkan lagi anggaran rutin untuk perawatannya, semoga saja diakomodir, kalau iya maka akan segera kita kerjakan,”demikian Dodi. [Traaf/YF]

Related Post

Leave a Reply