Di Lebong, Bocah SD Disodomi Pemuda

Rabu, 29 Mei 2019 | 6:41 pm | 1085 Views

BENGKULU SATU – Mungkin peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi para orang tua, baik dikabupaten Lebong maupun daerah lainnya, agar tidak terlalu membebaskan anak-anaknya yang masih dibawah umur untuk keluar malam. Sebut saja Bocil (nama samaran, red), seorang bocah SD laki-laki berusia 11 tahun warga kecamatan Pelabai diduga telah menjadi korban tindak pidana pencabulan dengan cara sodomi oleh seorang pemuda berinisial ZP (19) warga Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong.

Setelah melakukan penyelidikan, pihak Polres Lebong pun berhasil melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pencabulan tersebut pada Rabu (29/5/2019) malam sekira pukul 21.30 WIB. Penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi : LP/B-68/V/2019/Bengkulu/Polres Lebong.

Diceritakan Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra, SH. MH melalui Kasat Reskrim Iptu Teguh Ari Aji, S.Ik, ketika itu korban (Bocil) tengah bermain di Tugu Presidium Lebong, Selasa (28/5/2019) malam sekira pukul 21.00 WIB. Tiba-tiba pelaku yang tidak dikenal korban tersebut mendatangi dan membekap mulut korban dengan menggunakan tangan, kemudian membawa korban ke dekat jembatan yang berada di Kelurahan Tanjung Agung dengan menggunakan sepeda motor jenis Supra tanpa nomor polisi.

“Setibanya di lokasi, korban yang kebingungan pun bertanya pada pelaku kenapa dirinya dibawa ke lokasi tersebut, pelaku hanya menjawab “cuma main saja”. Merasa takut, korban pun mencoba melarikan diri ke arah GOR yang berada sekitaran tempat wisata Danau Picung,” ujar Teguh berdasarkan pengakuan korban, Rabu (29/5/2019) malam.

Melihat korban berusaha kabur, pelaku pun kemudian mencekik leher korban, namun korban pun terus melakukan perlawanan dengan melempar batu pada pelaku. Berhasil melepaskan diri, korban pun berlari ke arah semak di pinggiran danau picung.

“Pelaku tetap berhasil menangkap korban, dan langsung melepas celana korban, kemudian pelaku pun menendang pinggang korban, mencekik , serta menghantam kepala korban ke aspal jalan. Saat itu juga pelaku kemudian mengeluarkan alat kemaluannya dan menyodomi korban,” jelas Kasat.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat menggunakan pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. [Traaf]

Related Post

Leave a Reply